Top! Jalur Jagomanja Kini Gunakan Interlocking Buatan Dalam Negeri

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Senin, 14 Februari 2022 | 17:00 WIB

Kabar BUMN -  Direktorat Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan bersama PT Len Industri (Persero), PT Len Railway Systems (LRS) dan PT KAI telah berhasil melakukan switch over (SO) tiga stasiun pada proyek revitalisasi Jalur Jatinegara - Bogor dan Manggarai - Jakarta Kota (Jagomanja) pada Rabu (9/02) lalu. 

SO atau peralihan sistem lama ke sistem baru di Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Jayakarta dan Stasiun Gambir merupakan SO pertama dalam proyek revitalisasi ini, yang dilakukan selama 2,5 jam dari 8 Februari pukul 23.30 WIB hingga 9 Februari dini hari.

“Sukses sudah operasional sistem interlocking baru SIL2 NextG (SiLSafe 4000) yang semula menggunakan sistem interlocking SSI. Semoga yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi seluruh Indonesia, terutama wilayah Jakarta,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ditjen Prasarana DJKA, Maulana.

Direktur Strategi Bisnis & Portofolio Len, Linus Andor, menjelaskan bahwa Jagomanja terdiri dari 36 stasiun di sepanjang 80 Km jalur kereta api (KA) untuk melayani pengguna KA commuter lintas Jakarta Kota-Bogor dan Manggarai-Jatinegara. 

“Revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan keamanan, kualitas dan kapasitas lintas agar tercipta transportasi kota yang maju,” kata Linus Andor. 

Menurut Linus, ini adalah prestasi luar biasa karena sistem persinyalan buatan dalam negeri telah bisa beroperasi di Commuter Line yang sangat padat seperti Commuter Jagomanja. SiLSafe 4000 adalah rebranding produk interlocking SIL2 NextG buatan Len. 

“Kami telah membangun Ruang PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) dan equipment room di ketiga stasiun tersebut serta perangkat persinyalan baik indoor maupun outdoor-nya,” ujar Direktur Utama LRS, Agung Darmawan.

Agung juga menambahkan bahwa Stasiun Gambir, Jayakarta dan Jakarta Kota hingga tersambung ke Manggarai merupakan center line. Setelah SO ini, ketiga stasiun berarti sudah menggunakan sistem perkeretaapian terbaru.

PT Len Industri - PT Len Railway Systems yang tergabung dalam Kerjasama Operasi (KSO) Railway Industry memulai proyek revitalisasi Jalur Jagomanja sejak Desember 2020. DJKA Kementerian Perhubungan mempercayakan revitalisasi ini kepada KSO Railway Industry hingga akhir tahun 2022 ini.

“Revitalisasi Jalur Jagomanja terdiri dari dua paket pekerjaan, yaitu pekerjaan peningkatan sistem persinyalan dan telekomunikasi perkeretaapian, serta pekerjaan peningkatan gardu traksi dan listrik aliran atas (LAA) perkeretaapian,” kata Agung. 

Pada paket pekerjaan pertama, pendeteksi kereta track circuit diganti dengan axle counter, memperbaiki point machine yang lama dengan yang baru, serta lampu sinyal filamen di upgrade menjadi lampu sinyal LED. 

Persinyalan Jagomanja juga disematkan interlocking SiLSafe 4000 sebagai perangkat persinyalan yang lebih modern, handal, tersertifikasi dan mudah diintegrasikan. 

Dan yang tak kalah pentingnya, menambah sinyal blok agar dapat menambah kapasitas lintas dan meningkatkan headway atau jarak waktu keberangkatan antar kereta. 

Sementara itu, peningkatan sistem telekomunikasi dilakukan dengan menggunakan sistem jaringan backbone MPLS berkapasitas tinggi (up to 10G) dan sistem radio kereta yang lebih handal. 

Sedangkan paket pekerjaan yang kedua berupa modifikasi Gardu Traksi Tanjung Barat, Gardu Traksi baru di Duren Kalibata, Sawah Besar dan Karet, serta penambahan Gardu Traksi dan Listrik Aliran Atas (LAA) untuk meningkatkan keandalan dan distribusi daya LAA disesuaikan dengan kebutuhan ideal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini