inovasi

Sukses Bertransformasi Digital, 96,7% Nasabah BRI Gunakan Digital Channel

Rabu, 2 Maret 2022 | 11:00 WIB

Kabar BUMN -  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil mengembangkan teknologi digital di bidang perbankan dalam menghadapi era disrupsi ini. BRI melalui transformasi digital yang sangat masif telah menjadi technology company dengan lisensi bank. Sejalan dengan perkembangan digital tersebut, transformasi digital kini tengah menjadi isu prioritas terkait presidensi G20 di Indonesia. Pemanfaatan teknologi digital yang telah dilakukan di hampir seluruh kegiatan ekonomi di dunia, membuat posisi G20 cukup signifikan untuk mengangkat isu kebijakan pemanfaatan teknologi digital.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo memaparkan, perseroan memiliki teknologi khas yang dibangun sendiri. “Kami membangun teknologi secara mandiri, tidak menggunakan vendor. Produknya seperti BRISPOT yang merupakan aplikasi pengajuan kredit. Selain itu juga ada AgenBRILink. Ini menunjukan bahwa BRI merupakan technology company yang mempunyai lisensi bank,” jelasnya.

Lebih lanjut Indra menjelaskan bahwa digital channel-nya telah digunakan untuk 96,7% aktivitas nasabah. Pada 2021 lalu, pengguna BRImo sendiri mengalami pertumbuhan pesat sekitar 56,4% year-on-year (YoY). Angka ini tumbuh dari 9,1 juta pada 2020 menjadi 14,2 juta. Kemudian jumlah transaksi dari 766 juta pada 2020 meningkat sekitar 66,2% YoY menjadi 1,27 miliar transaksi pada 2021. Sementara untuk nilai transaksi melalui BRImo pada 2021 menyentuh angka Rp1.345 triliun atau meningkat 581,1% YoY dari 197 triliun pada 2020.

Indra menambahkan, peningkatan produktivitas dan efisiensi BRISPOT telah dilakukan dengan melibatkan 100.000 lebih loan officers dan approvers. Produk ini sangat membantu segmen mikro, kecil, maupun konsumer melalui dukungan lebih dari 140 fitur yang dimilikinya.

Di sisi lain, AgenBRILink semakin kuat dengan lebih dari 500.000 anggota di seluruh Indonesia. Jumlah transaksi melalui AgenBRILink pada 2021 mencapai 928 juta, meningkat 27,5% YoY dari 728 juta transaksi pada 2020.

Pada tahun 2021, nilai transaksi AgenBRILink naik sekitar 35,6% YoY menjadi Rp1.143 triliun dari Rp843 triliun pada 2020. Adapun fee income pada 2021 telah mencapai Rp1,19 triliun atau naik 3% YoY dari Rp1,15 triliun pada 2020. “Kami sudah melihat pertumbuhan yang luar biasa dari waktu ke waktu,” tambah Indra.

Pengembangan Talent di Era Digital

Keberhasilan transformasi digital ini pun tak lepas dari talent yang dimiliki oleh BRI. Indra menuturkan, talent BRI semakin terdigitalisasi dari segi unit teknologi maupun di sisi SDM bisnis. Oleh karena itu, perubahan mindset yang berorientasi ke arah digital diperlukan untuk menghadapi perubahan yang sangat dinamis. 

Talent digital juga harus memiliki agility, kecepatan, dengan daya kreatif tinggi yang diiringi dengan literasi dan validasi data. Dengan masifnya digitalisasi, perseroan membangun sebuah environment yang bernama project to product, yakni IT tidak sekadar menjadi komponen pendukung. “Kami selalu siap mulai dari planning, forward looking, hingga sensing apa yang berkembang, apa yang sekarang menjadi tren,” tutup Indra.

Terkini