Libatkan Kelompok Mitra Lokal, PEP Subang Field Optimalkan Manfaat Limbah Daun Nanas Hasil Panen Warga

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 6 November 2023 | 11:00 WIB
Program usaha mengolah daun nanas menjadi serat PEP Subang Field sejalan dengan prinsip pemberdayaan masyarakat. (DOK. PEP)
Program usaha mengolah daun nanas menjadi serat PEP Subang Field sejalan dengan prinsip pemberdayaan masyarakat. (DOK. PEP)

Kabar BUMN - PT Pertamina EP (PEP) Subang Field, bagian dari Zona 7 Subholding Upstream Pertamina, bersinergi dengan kelompok Pinneapple Leaf Fiber (Pinlefi), mengembangkan inovasi Pemanfaatan Serat Olahan Daun Nanas (Pesona) di Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Head of Communication, Relation & CID Zona 7 Subholding Upstream Pertamina Wazirul Luthfi mengatakan, Kabupaten Subang adalah penghasil nanas terbesar di Jawa Barat, namun daun nanas hanya menjadi limbah.

“Setiap 1 Ha perkebunan nanas menghasilkan limbah daun nanas sebesar 14 ton,” ujar Wazirul di Subang, Minggu (5/11/2023).

Baca Juga: Helat Pelalawan 2023, PEP Lirik Field dan PHE Kampar Edukasi Pelajar Tentang Industri Hulu Migas

Pasca panen nanas, lanjut Wazirul, kebanyakan para petani membakar daun nanas sehingga berpengaruh ke lingkungan dan kesehatan.

Salah satu dampak negatif adalah munculnya emisi gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global dan menimbulkan polusi udara yang memiliki implikasi terhadap tingkat kesehatan paru masyarakat.

Menurut catatan Puskesmas Cirangkong, ISPA menjadi penyakit nomor dua di Desa Cikadu pada 2020 dengan 878 kasus.

Baca Juga: Tiga Tahun Beroperasi, UMKM Batik Kembang Sambiloto Siap ke Jenjang Berikutnya dengan Dukungan PEP Sukowati

Didasari permasalah tersebut, kelompok Pinlefi tergerak mengolah daun nanas tersebut untuk dapat diambil seratnya. Hasil serat dijadikan sebagai kain serta berbagai macam jenis produk eco-fashion dan berbagai bentuk kerajinan.

Dalam perkembangannya, usaha mengolah daun nanas menjadi serat sejalan dengan prinsip pemberdayaan masyarakat.

“Daun nanas yang selama ini tidak bernilai ekonomi menjadi ada nilai keuntungan yang dapat diperoleh,” jelas Alan Sahroni, salah satu anggota Pinlefi sekaligus penggerak awal yang mendorong masyarakat untuk mengubah pola pikir sehingga terwujud praktik bebas sampah (zero waste).

Baca Juga: PT Pertamina EP Adopsi 3 Orangutan dan Jalin Kerja Sama dengan BOSF Palangkaraya

Kelompok Pinlefi juga mengajak masyarakat sekitar, baik ibu-ibu maupun pemuda karang taruna untuk bekerja bersama membuka lapangan pekerjaan. Hasilnya, pada 2023, omzet kelompok bahkan mencapai Rp 154,3 juta.

Pada saat bersamaan, untuk menjawab kebutuhan akan produktivitas, kelompok Pinlefi mencoba melakukan inovasi teknologi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini