Kabar BUMN - PT Pertamina EP (PEP) Subang Field, bagian dari Zona 7 Subholding Upstream Pertamina, bersinergi dengan kelompok Pinneapple Leaf Fiber (Pinlefi), mengembangkan inovasi Pemanfaatan Serat Olahan Daun Nanas (Pesona) di Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Head of Communication, Relation & CID Zona 7 Subholding Upstream Pertamina Wazirul Luthfi mengatakan, Kabupaten Subang adalah penghasil nanas terbesar di Jawa Barat, namun daun nanas hanya menjadi limbah.
“Setiap 1 Ha perkebunan nanas menghasilkan limbah daun nanas sebesar 14 ton,” ujar Wazirul di Subang, Minggu (5/11/2023).
Baca Juga: Helat Pelalawan 2023, PEP Lirik Field dan PHE Kampar Edukasi Pelajar Tentang Industri Hulu Migas
Pasca panen nanas, lanjut Wazirul, kebanyakan para petani membakar daun nanas sehingga berpengaruh ke lingkungan dan kesehatan.
Salah satu dampak negatif adalah munculnya emisi gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global dan menimbulkan polusi udara yang memiliki implikasi terhadap tingkat kesehatan paru masyarakat.
Menurut catatan Puskesmas Cirangkong, ISPA menjadi penyakit nomor dua di Desa Cikadu pada 2020 dengan 878 kasus.
Didasari permasalah tersebut, kelompok Pinlefi tergerak mengolah daun nanas tersebut untuk dapat diambil seratnya. Hasil serat dijadikan sebagai kain serta berbagai macam jenis produk eco-fashion dan berbagai bentuk kerajinan.
Dalam perkembangannya, usaha mengolah daun nanas menjadi serat sejalan dengan prinsip pemberdayaan masyarakat.
“Daun nanas yang selama ini tidak bernilai ekonomi menjadi ada nilai keuntungan yang dapat diperoleh,” jelas Alan Sahroni, salah satu anggota Pinlefi sekaligus penggerak awal yang mendorong masyarakat untuk mengubah pola pikir sehingga terwujud praktik bebas sampah (zero waste).
Baca Juga: PT Pertamina EP Adopsi 3 Orangutan dan Jalin Kerja Sama dengan BOSF Palangkaraya
Kelompok Pinlefi juga mengajak masyarakat sekitar, baik ibu-ibu maupun pemuda karang taruna untuk bekerja bersama membuka lapangan pekerjaan. Hasilnya, pada 2023, omzet kelompok bahkan mencapai Rp 154,3 juta.
Pada saat bersamaan, untuk menjawab kebutuhan akan produktivitas, kelompok Pinlefi mencoba melakukan inovasi teknologi.
Artikel Terkait
Lewat Program Gotong Royong Boyong Pohon, Kementerian BUMN dan Pertamina Berupaya Tekan Polusi
Tanggap Atasi Karhutla di Sumatera Selatan, Sinergi Pertamina Group Kerahkan 206 Personel Fireman
Pinky Gas dari Bright Gas Warnai dan Energikan Booth UMKM Pertamina Grand Prix of Indonesia 2023
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Adakan Baksos Peduli Kesehatan Bagi Masyarakat Sekiar Wilayah Operasi
Jaga Kesehatan, Pertamina Terapkan 77 Program Akses Air Bersih
Sobat Istimewa, Dukungan Pertamina Bagi Kelompok Disabilitas Kembangkan UMKM