Hutama Karya Perkuat Program TJSL Untuk Hubungkan Kebaikan

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Senin, 16 Januari 2023 | 09:34 WIB
Hutama Karya Perkuat Program TJSL Untuk Hubungkan Kebaikan
Hutama Karya Perkuat Program TJSL Untuk Hubungkan Kebaikan

Kabar BUMN -  

Mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) melalui pembangunan 4 pilar yakni Pilar Pembangunan Ekonomi, Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Lingkungan serta Pilar Hukum dan Tata Kelola.

 

Akhir tahun 2022 lalu, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) telah mengoptimalkan Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) lewat program HK Peduli dengan berfokus pada tiga bidang utama yakni pendidikan, lingkungan, dan pendampingan UMKM, sejalan dengan mandat Kementerian BUMN.

Sepanjang tahun 2022, Hutama Karya bertransformasi untuk merealisasikan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan, utamanya di sekitar lingkungan bisnis perusahaan. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN dimana Program TJSL harus dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan BUMN, selain soal keberlanjutan juga penting.

“Fokus pada tiga bidang tersebut bertujuan agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi rakyat Indonesia,” ujar Erick Thohir melalui keterangan tertulis kepada media, Senin (19/12/2022).

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan bahwa tanggung jawab sosial & lingkungan yang dilakukan perusahaan bertujuan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) melalui pembangunan 4 pilar yakni Pilar Pembangunan Ekonomi, Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Lingkungan serta Pilar Hukum dan Tata Kelola. Hutama Karya mengoptimalkan pencapaian TPB ini melalui penguatan program TJSL bertajuk HK Peduli.

“Untuk 4 pilar tersebut, di tahun lalu kami telah menyalurkan Rp13,04 Miliar atau 106,01% dari target yang telah ditetapkan perusahaan untuk program TJSL HK Peduli yang terdiri terdiri dari Pendanaan untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dan penyaluran dana Non-PUMK,” ujar Tjahjo.

Lebih lanjut Tjahjo menerangkan bahwa lokasi penyaluran dana dan implementasi program TJSL tersebar di berbagai wilayah operasional dan proyek Hutama Karya di seluruh Indonesia. Adapun penyaluran paling besar adalah di sepanjang wilayah JTTS baik yang masih konstruksi maupun yang telah beroperasi yakni sekitar Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejumlah program TJSL unggulan telah dijalankan perusahaan mulai dari pembangunan Unit Pengelolaan Sampah (UPS) di Rest Area 215B Tol Terpeka dengan Budidaya Maggot lewat HK Peduli Lingkungan, berbagai pelatihan kreatif melalui program pengembangan dan pendanaan untuk UMKM di Rest Area JTTS, hingga pembangunan infrastruktur pendidikan dan rumah ibadah untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

Selama tahun 2022, penyaluran TJSL untuk Pilar Pembangunan Sosial meliputi sektor pendidikan, sarana dan fasilitas kesehatan dan upaya pengentasan kelaparan dan kemiskinan adalah senilai Rp4,03 Miliar (32,55%), Pilar Pembangunan Ekonomi, meliputi pengembangan dan pendanaan UMK, serta infrastruktur senilai Rp7,18 Miliar (58,34%), Pilar Pembangunan Lingkungan, meliputi pengolahan sampah organik, konservasi satwa, pelestarian dan penghijauan lingkungan, tanggap bencana, sanitasi masyarakat dan bantuan fasilitas dan infrastruktur keagamaan senilai Rp 1,71 Miliar (13,90%), serta Pilar Hukum & Tata Kelola, meliputi program HK Women’s Empowerment senilai Rp 150 Juta (1,22%).

Atas penyaluran tersebut, hingga saat ini Hutama Karya telah membina sebanyak 273 UMKM/Mitra Binaan; melengkapi dan membangun 10 sarana dan prasarana ibadah di wilayah Sumatra Barat, DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat; membangun infrastruktur dan menyalurkan beasiswa pendidikan untuk 37 titik sekolah, yayasan, pondok pesantren dan PAUD yang tersebar di wilayah Sumatra Barat, Banten, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Barat; mendistribusikan ribuan paket sembako untuk korban bencana alam di Banten, Sumatra Utara, Jawa Barat serta paket sembako dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri dan Natal yang didistribusikan kepada pondok pesantren, panti asuhan dan kelompok disabilitas; hingga menyalurkan berbagai bantuan sarana prasarana umum kepada sekretariat RT/RW di wilayah DKI Jakarta.

-
Penyaluran TJSL untuk Pilar Pembangunan Sosial meliputi sektor pendidikan, sarana dan fasilitas kesehatan dan upaya pengentasan kelaparan dan kemiskinan adalah senilai Rp4,03 Miliar (32,55%)

“Keseluruhan program ini sepenuhnya terimplementasi dengan baik dan sejalan dengan pesan besar perusahaan yang ingin hadir untuk Hubungkan Kebaikan menuju Indonesia Emas. Di tahun ini, kami memiliki target agar penyaluran TJSL Hutama Karya meningkat sebesar 23,09% sejalan dengan meningkatnya aset perusahaan,” tutup Tjahjo Purnomo, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.

Bidang Pendidikan 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini