Belajar ke Pupuk Kaltim, Badak LNG Akan Kembangkan Progam Keramba Jaring Apung

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 8 Mei 2023 | 08:36 WIB
Keramba jaring apung (Dok. PKT)
Keramba jaring apung (Dok. PKT)

Kabar BUMN - PT Badak LNG berencana akan mengembangkan program creating sharing value (CSV) keramba jaring apung (KJA) bagi nelayan.

Pengembangan ini nantinya mengacu kepada keberhasilan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yang sebelumnya telah melakukan CSV KJA bagi nelayan Bontang, sebagai bagian tata kelola Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Untuk itu, tim CSR Badak LNG akan mengawali program dengan melakukan belajar ke pihak Pupuk Kaltim.

Baca Juga: Siap Sukseskan KTT ASEAN di Labuan Bajo, Dirut PLN Pimpin Apel Siaga Kelistrikan bersama Gubernur NTT

Spv Housing yang juga  PIC Kehati Badak LNG Reta Yudistiana mengungkapkan, pihaknya ingin belajar lebih dalam terkait tata kelola KJA yang selama ini dilaksanakan Pupuk Kaltim bagi nelayan Bontang, agar bisa turut diterapkan untuk optimalisasi sasaran CSR perusahaan bagi masyarakat dan lingkungan.

Hal ini melihat pengembangan program KJA yang berdampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas hingga perekonomian nelayan di Kota Bontang, sehingga mampu menciptakan masyarakat mandiri melalui kesinambungan upaya yang dilaksanakan.

“Melalui benchmark ini, kami ingin belajar banyak pengembangan program KJA Pupuk Kaltim dari berbagai aspek. Mulai dari infrastruktur, pengelolaan kelompok, pembibitan dan lainnya. Sehingga kedepan bisa turut diadopsi oleh Badak LNG,” tutur Reta.

Baca Juga: Bank Indonesia Buka Lowongan Kerja Jalur Pro Hire, Tiga Hari Lagi Pendaftaran akan Ditutup

VP TJSL Pupuk Kaltim Sugeng Suedi menyambut positif langkah PT Badak LNG mengadopsi program KJA agar bisa diterapkan untuk memberi manfaat yang lebih luas di masyarakat.

Dijelaskannya, program ini awalnya digagas sebagai bio indikator melalui sejumlah keramba untuk mengecek kualitas air laut sekitar kawasan Pupuk Kaltim, guna mengantisipasi dampak dari aktivitas produksi Perusahaan terhadap kondisi perairan.

Dalam perjalanannya, bibit kerapu dan lobster yang budidaya ternyata tumbuh baik serta berpotensi untuk dikembangkan, sehingga Pupuk Kaltim menggandeng nelayan sekitar untuk pengelolaan program.

Baca Juga: Viral Seorang Ibu Menangis di Kereta saat Dapati Kabar Anaknya Meninggal, Reaksi Petugas KA Banjir Pujian

“Hal ini awalnya untuk memberi nilai tambah bagi nelayan, melalui budidaya perikanan laut menggunakan keramba jaring apung. Dan dengan kesinambungan pembinaan, program KJA terus berkembang hingga mampu dikelola mandiri oleh nelayan binaan,” papar Sugeng.

Selain menyiapkan infrastuktur, arah pembinaan Pupuk Kaltim juga menyasar peningkatan kualitas sumberdaya manusia melalui berbagai pelatihan bagi nelayan binaan, hingga pembentukan koperasi nelayan Bontang Ekonomi Pariwisata dan Maritim (Kopnel BEM) sebagai wadah usaha sekaligus memfasilitasi lebih banyak keanggotaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini