Kabar BUMN - PLN Indonesia Power (IP) Mrica PGU terus berkomitmen untuk menjaga lingkungan dan aspek sosial di sekitar pembangkit
Salah satunya adalah melindungi kualitas air di Sungai Serayu dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Hal ini sendiri tidak hanya penting untuk keandalan pembangkit, di mana air Sungai Serayu digunakan sebagai penggerak turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica, tetapi juga untuk menjaga ekosistem Sungai Serayu.
Baca Juga: Warga Yogyakarta, Ada Update Jadwal SIM Keliling untuk Periode Juli 2023
Kampung Kopi Konservasi binaan PLN IP Mrica PGU ini merupakan salah satu contoh implemestasi konsep Creating Shared Value atau CSV dimana konsep ini akan menguntungkan bagi masyarakat dan korporasi.
Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK RI, Sigit Reliantoro.
"Ini merupakan salah satu contoh implementasi dari konsep CSV," tutur Sigit.
"Ada upaya win-win solution dari mayarakat dan perusahaan, bagi masyarakat ini merupakan opsi yang tepat dalam mengembangkan pencaharian baru dan tentunya yang paling penting lagi untuk melindungi fungsi setiap komponen DAS Serayu dalam mencegah erosi."
"Sedangkan bagi PLN IP sendiri tentunya untuk jangka panjang keberlanjutan PLTA Mrica yang dalam pengoperasiannya memanfaatkan air dari aliran sungai serayu," imbuhnya.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Edwin Nugraha Putra selaku Direktur Utama PLN IP.
Baca Juga: SPEx2 DX Award 2023, Pegadaian Sukses Bawa Pulang Satu Penghargaan
Edwin Nugraha mengatakan PLN IP terus berinovasi melalui program CSR atau TJSL dengan menciptakan CSV bagi perusahaan dan masyarakat.
"Setiap program TJSL yang dijalankan oleh PLN Indonesia Power diharapkan dapat menciptakan CSV," ungkap Edwin.
"Sehingga dapat berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan," sambungnya.