PLN IP Mrica PGU juga telah memberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan Desa Pegundungan menjadi Kampung Kopi Konservasi.
Selain untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas air dan sedimentasi.
Hal ini dilakukan karena Desa Pegundungan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat sedimentasi di Sungai Serayu.
Baca Juga: Naik Kereta Api Lebih Mudah dengan Layanan Rombongan
Senior Manager Mrica PGU, PS Kuncoro menjelaskan program ini dilakukan secara bertahap dan melalui banyak penelitian sebelum pada akhirnya terwujud Kampung Kopi Konservasi.
"Sebelum adanya program kampung kopi konservasi, di Desa Pegundungan ini rata-rata lahannya digunakan untuk menanam kentang dan sayuran, kita tau bahwa ini sangat berpotensi menambah laju sedimentasi," jelas Kuncoro.
"Dari studi yang kita lakukan dengan menggandeng para ahli di bidangnya, Mrica PGU bergerak memberikan pelatihan dan pendampingan hingga akhirnya terwujud Desa Pegundungan sebagai Kampung Kopi Konservasi yang merupakan pengembangan dari Program Sekolah Lapangan yang diinisiasi sejak tahun 2009," tambanya.
Terletak di ketinggian 1300-1500 mdpl, Desa Pegundungan menghasilkan kopi dengan brand Kopi Senggani dengan jenis varian unggulan yaitu arabika yang memiliki cita rasa yang khas dan excellent.
Kopi Sengganipun pun kini dikenal sebagai Kopi Konservasi, yaitu kopi yang dihasilkan dari budidaya kopi dengan mengutamakan pelestarian atau perlindungan kawasan yang diterapkan oleh petani.
Selain mampu mengurangi erosi tanah yang mengakibatkan sedimentasi di waduk Mrica, konsep ini juga dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi petani sekaligus sebagai tempat edukasi budidaya kopi berbasis agro eduwisata di Banjarnegara, Jawa Tengah.