Menurut Faruq, hal tersebut menjadi harapan untuk pihaknya bisa mengetahui seperti apa kondisi dan kebutuhan adik-adik yang mungkin masih ingin mengetahui BUMN dan Pelindo.
Baca Juga: Tiga Bulan Merger, DAMRI Telah Layani Ratusan Ribu Penumpang JR Connexion
Berinteraksi adalah suatu wadah agar langsung bertemu dengan para pelajar, guru-guru berdasarkan wilayah-wilayah yang sudah ditentukan perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, Pelindo juga memberikan bantuan penunjang pendidikan di setiap sekolah yang dikunjungi program ini.
Menjelang dua tahun pasca merger, Pelindo terus melakukan transformasi untuk meningkatkan kualitas dan layanan di bidang kepelabuhanan.
Baca Juga: Lewat Program Gotong Royong Boyong Pohon, Kementerian BUMN dan Pertamina Berupaya Tekan Polusi
Salah satu fokus utamanya adalah transformasi operasional melalui standardisasi dan sistemisasi pelabuhan yang ditunjang peningkatan kapabilitas SDM, serta transformasi proses bisnis.
Namun di sisi lain, Rachmat melanjutkan, sebagai BUMN Subholding Pelindo Jasa Maritim juga menjalankan peran mendukung stream bisnis yaitu di Bidang Marine, Equipment dan Port Services untuk menunjang layanan jasa kepelabuhanan serta seperti apa peran-peran kapal tunda/pandu kami.
Program pembangunan berkelanjutan yang merata di seluruh Indonesia melalui Program TJSL, yang mengacu pada tiga bidang prioritas yakni peningkatan kualiatas pendidikan, keselarasan interaksi dengan lingkungan dan pengembangan Usaha Mikro dan Kecil.
Baca Juga: Es Dawet Telasih Bu Dermi, Kuliner Legendaris yang Wajib Dicicipi saat Mampir ke Kota Solo
“Program Pelindo Mengajar ini merupakan salah satu contoh implementasi program TJSL perusahaan yang mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Rachmat.***