Gambuh adalah sebuah dramatari warisan budaya dari Bali. Dramatari ini dipengaruhi dramatari zaman Jawa-Hindu yang dikenal sebagai raket lalavkaran.
Meskipun berasal dari abad ke-15, Pentas Seni Gambuh masih terus dilestarikan di berbagai wilayah di Bali. Umumnya, dalam Pentas Seni Gambuh seluruh tokoh melakoni perannya menggunakan bahasa Kawi.
Urusan pelestarian dan dukungan Pupuk Kaltim terhadap aktivitas seni dan budaya Tanah Air bukan hal yang baru.
Di lokasi kantor pusatnya di Bontang, Pupuk Kaltim memiliki galeri seni yang turut mengabadikan dan merekam perjalanan seni dan budaya Kota Bontang dalam bentuk lukisan, puisi, dan berbagai karya seni lainnya.
Baca Juga: Belajar ke Pupuk Kaltim, Badak LNG Akan Kembangkan Progam Keramba Jaring Apung
Tahun lalu, dalam rangkaian peringatan ulang tahun yang ke-45, Pupuk Kaltim juga menggelar pameran seni bertajuk 'Pameran Seni Bentang Bontang' dan peluncuran buku Antologi Puisi, Entropi: Bontang.***