Kabar BUMN - Wujud sinergi BUMN, Perum Perhutani dan ID Survey bersama-sama memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2023.
Peringatan dilakukan dengan menggelar gerakan menanam pohon di kawasan Wisata Alam Gunung Dago, Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis (30/11/2023) lalu.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penata Kelola Perusahaan Negara Muda Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fachrudin, Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Nur Hygiawati Rahayu, Muspika Kecamatan Parung Panjang, dan perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Kencana Rustam beserta anggota.
Hadir pula Direktur Hubungan Kelembagaan ID Survey Andry Tanudjaya, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia M. Haris Witjaksono, dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Sucofindo Budi Hartanto beserta jajarannya.
Juga hadir Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Perhutani Dewi Fitrianingrum serta Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Tedy Sumarto beserta jajarannya.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penanaman 2.021 bibit pohon di hutan Perhutani Petak 56, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jagabaya, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Parung Panjang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor.
Ada tiga jenis bibit pohon yang ditanam, yakni durian, petai, dan alpukat.
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Perhutani Dewi Fitrianingrum dalam sambutannya mengatakan acara peringatan HMPI 2023 ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
Ia menambahkan, sepanjang tahun 2022 Perum Perhutani telah melakukan penanaman seluas 34.458 Ha.
Baca Juga: Peduli Kesehatan Wanita, Perhutani Gelar Talkshow Road to Zero HPV untuk Srikandi Perhutani
Dimana dalam kegiatan penanaman tersebut, Perhutani ikut andil menyediakan 1.000 bibit pohon untuk menyukseskan program TJSL bidang lingkungan.
“Kegiatan Penanaman ini bukan semata-mata hanya sebatas menanam bibit pohon, namun kegiatan ini akan berdampak positif terhadap lingkungan dan pendapatan wisata Gunung Dago.