Kegiatan ini bertujuan sebagai tindakan preventif untuk menjaga ibu dan janin tetap sehat hingga proses melahirkan.
Melalui kegiatan itu, PTFI mengajarkan tentang pembuatan MPASI dengan memanfaatkan pangan lokal yang banyak ditemui di wilayah Papua, seperti umbi-umbian, aneka ikan, hingga sayur-sayuran.
Baca Juga: Dukung Kinerja PT Timah, Direktur MIND ID Lakukan Kunjungan Kerja ke Bangka Belitung
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga berperan aktif dalam mengentaskan stunting.
Rumpun Pangan Dengan Energi Terbarukan yang Ramah Lingkungan (Ruang Rural) adalah program PTBA untuk mengatasi masalah gizi buruk tersebut.
Bekerja sama dengan lembaga ekonomi petani PT Pengayom Tani Sejagad, PTBA sukses meningkatkan akses masyarakat, terutama masyarakat miskin, terhadap pangan bergizi.
Baca Juga: Strategi MIND ID untuk Capai Target Penurunan Emisi 5,2 Juta Ton CO2
Buah dari kerja sama ini adalah ketersediaan beras merah organik yang ditanam di Desa Rejosari Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Lampung Tengah.
Melalui program ini, PT Bukit Asam Tbk juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi, terutama untuk ibu hamil dan balita.
PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) juga melakukan sejumlah program berkelanjutan penanggulangan stunting di sekitar wilayah operasional untuk mendukung Indonesia Bebas Stunting 2030.
PT INALUM memiliki program perbaikan gizi balita stunting, program bapak asuh, dan program preventif pencegahan stunting untuk ibu hamil.
Program perbaikan gizi balita stunting diwujudkan melalui sosialisasi perbaikan gizi dan pemberian asupan gizi kepada keluarga yang tercatat dengan balita stunting di kawasan Kuala Tanjung dan Kuala Indah, Kabupaten Batu Bara.
PT INALUM juga memberikan paket sembako selama 120 hari kepada 29 keluarga dan balitanya dengan pemantauan ketat bersama instansi kesehatan terkait untuk mengukur perkembangan kesehatan balita.