Dengan demikian, lokasi tersebut memiliki potensi sebagai wilayah tangkapan baru bagi nelayan.
Baca Juga: Aktif Dukung Pembangunan Daerah, PT Timah Raih Penghargaan dari Pemerintah Kota Pangkalpinang
Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk mendukung wisata bawah laut.
Sementara di Provinsi Kepulauan Riau, reklamasi laut dilakukan dengan restocking 1000 ekor kepiting bakau dan penahan abrasi sepanjang 200 meter.
Penahan abrasi merupakan upaya perusahaan untuk untuk menjaga ekosistem pesisir dan mencegah abrasi.
Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Anggi Siahaan mengatakan, PT Timah terus berkomitmen untuk mengimplementasikan kaidah penambangan yang baik dan mengedepankan aspek pelestarian lingkungan.
Dalam melaksanakan reklamasi laut PT Timah melibatkan akademisi, nelayan, dan masyarakat sekitar.
PT Timah mengintegrasikan program reklamasi dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Berkat Program PUMK PT Timah, Rusmaliza Sukses Kembangkan Usaha Toko Sembako
Keterlibatan masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi mereka.
"Dalam melaksanakan pengelolaan lingkungan seperti reklamasi, PT Timah melibatkan masyarakat di lingkar tambang dengan harapan dapat dampak ekonomi bagi masyarakat," ucapnya, seperti dikutip KabarBUMN.com dari timah.com, Kamis (15/2/2024).
Kegiatan reklamasi yang dilakukan PT Timah telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ha itu seperti yang disampaikan Amran, salah satu nelayan dari Desa Sawang Laut.