Kabar BUMN - Sebagai salah satu bagian program Tanggung Jawal Sosial Lingkungan (TJSL) perusahaan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memberikan bantuan berupa mesin pemusnah sampah untuk Kabupaten Muara Enim.
Penyerahan mesin pemusnah sampah dilaksanakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Kancil, Muara Enim, Selasa (13/2/2024).
Pemberian mesin pemusnah sampah tersebut merupakan bagian dari upaya PTBA untuk mendukung kebersihan dan keberlanjutan lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Baca Juga: Peringati Hari Lahan Basah Sedunia, PTBA Partisipasi di Program Aksi Tanam Mangrove KLKH
Ini, menurut VP Sustainability PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Hartono, sejalan dengan visi PTBA untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan.
Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim, Ahmad Rizali menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Bukit Asam.
"Tentu kehadiran mesin ini diharapkan dapat membantu memaksimalkan pengelolaan sampah di TPA Bukit Kancil seluas 28,5 hektare ini, mengingat secara total TPA Bukit Kancil menerima sekitar 70 ton timbunan sampah per hari," kata Ahmad Rizali.
Baca Juga: SBS, Anak Usaha PTBA, Targetkan Segera IPO untuk Memperluas Bisnis
Dia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.
"Mari bersama kita bersinergi membangun Bumi Serasan Sekundang menjadi yang terdepan," ujarnya.
Mesin pemusnah sampah yang diberikan adalah produksi PT Indo Power Internasional (IPI) jenis Sistem Konversi Limbah Lanjutan (Advance Waste System/AWS) tipe 50.
Baca Juga: Hanya Dalam Kurun Waktu Tiga Tahun, UMK Binaan PTBA Alami Peningkatan Produksi Hingga 2000 Persen
Mesin yang memiliki kapasitas produksi 50-60 ton per hari ini mampu mengolah sampah menjadi sumber energi alternatif, pupuk dan media tanam yang dapat semakin mempermudah masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang semakin asri dan lestari.
"Dengan adanya mesin ini, diharapkan proses pengelolaan sampah di Kabupaten Muara Enim dapat memberikan nilai positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar," pungkas Hartono.***