Tak hanya untuk masyarakat di sekitar kawasan SIER, program khitan massal ini juga akan diikuti oleh masyarakat sekitar kawasan PIER pada minggu depan.
Pada acara khitan ini, metode yang digunakan adalah Sunat Lem dimana menggunakan cairan perekat khusus untuk menutup luka setelah sunat.
Meskipun tergolong baru, metode ini sudah lama digunakan dalam dunia medis dan terbukti efektif untuk menyatukan bagian tubuh yang terluka tanpa perlu dijahit.
Baca Juga: BRI Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jamaah Haji 2024
“Selama proses khitan, saya tidak merasakan rasa sakit sama sekali,” ujar Muhammad Rizki Ilham Pratama, salah satu peserta khitan massal.
Dirinya menambahkan, mereka mendapatkan informasi megenai khitan massal ini melalui media sosial dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini.***