tjsl

Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan, PT Timah Kembali Tenggelamkan Puluhan Rumpon di Perairan Bangka

Senin, 29 April 2024 | 10:00 WIB
PT Timah menenggelamkan 60 rumpon yang terbuat dari beton di empat titik perairan laut Dusun Air Antu, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka pada Kamis (25/04/2024). (timah.com)

Kabar BUMN - Untuk kali kedua, PT Timah berkolaborasi dengan kelompok nelayan Bina Sejahtera Bersama menenggelamkan rumpon ikan di perairan Bangka.

Sebanyak 60 rumpon yang terbuat dari beton ditenggelamkan di empat titik perairan laut Dusun Air Antu, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka pada Kamis (25/04/2024).

Penenggelaman rumpon tersebut merupakan upaya PT Timah untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan sekitar.

Baca Juga: Kunjungi PT Timah, Kementerian BUMN dan MIND ID Tinjau Proses Penambangan Laut dan Pengolahan Timah

Selain itu, dengan adanya rumah ikan ini diharapkan nelayan tidak perlu terlalu jauh untuk pergi melaut sehingga bisa mengurangi penggunaan bahan bakar.

Di program ini, PT Timah melibatkan kelompok nelayan Bina Sejahtera Bersama mulai dari pembuatan rumpon, penenggelaman, hingga nantinya melakukan pemantauan rumpon.

Ketua Nelayan Bina Sejahtera Bersama Juliadi atau akrab disapa Ali mengungkapkan, nelayan antusias dengan program penenggelaman rumpon PT Timah.

Baca Juga: Hutan Kehati Muntok, Tempat Edukasi dan Rekreasi Kelolaan PT Timah yang Jenis Flora dan Faunanya Bertambah Setiap Tahun

“Kami optimis dengan adanya rumpon ini bisa menjadi rumah ikan, apalagi tadi ditenggelamkan di jalur ikan kakap, kerapu," kata Ali.

Menurutnya, program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan PT Timah sangat bermanfaat untuk kelompok mereka.

Ali bercerita mereka dulu pernah menenggelamkan rumpon namun hanya menggunakan kayu dan hasil yang diperoleh cukup banyak.

Baca Juga: Implementasikan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, PT Timah Kembali Raih Penghargaan Paritrana Award 2024

Hasilnya, lumayan banyak kakap merah itu bisa sekitar 20kg dan kayu ini kan bertahan cuma satu tahun.

“Apalagi ini rumpon beton yang permanen ini bisa menjadi rumah ikan yang bisa didatangi banyak ikan," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini