Kabar BUMN - PT Timah Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ekosistem pesisir di wilayah operasional perusahaan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penanaman mangrove dan pelepasan bibit kepiting, sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.
Kepiting bakau menjadi fokus utama, karena memiliki potensi besar sebagai penopang kehidupan masyarakat, terutama bagi nelayan skala kecil.
Baca Juga: Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan, PT Timah Kembali Tenggelamkan Puluhan Rumpon di Perairan Bangka
Mangrove, sebagai habitat utama bagi kepiting bakau, menjadi prioritas dalam upaya pelestarian tersebut.
Pada Jumat (3/5/2024), PT Timah kembali melepaskan sebanyak 400 bibit kepiting bakau di Pulau Kundur.
Keterlibatan masyarakat sekitar dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi antara perusahaan dan komunitas lokal dalam menjaga ekosistem pesisir.
Baca Juga: PT Timah Bersama Nelayan Dusun Air Antu Tenggelamkan Rumpon Ikan Beton
Pelepasan bibit kepiting ini bertujuan untuk menjaga ekosistem kepiting bakau di alam agar tetap terjaga dengan baik.
Dengan demikian, terjaganya populasi kepiting bakau akan memberikan dampak positif bagi nelayan dalam meningkatkan taraf ekonomi mereka.
Amran, salah satu nelayan yang ikut serta dalam kegiatan ini, mengungkapkan kegembiraannya atas pelepasan ratusan bibit kepiting bakau.
Baca Juga: PT Timah Turut Semarakkan Explorathon MIND ID Pada 25 - 26 April 2024
Dia menyoroti nilai ekonomi tinggi yang dimiliki oleh kepiting bakau.
"Saat ini masyarakat mengonsumsi kepiting kalau tidak dari budidaya pembesarannya dari daerah lain, kalau untuk di laut sendiri itu tidak ada," terangnya, seperti dikutip KabarBUMN.com dari timah.com, Sabtu (4/5/2024).