"Dukungan PLN ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang ada di masyarakat dan akhirnya dapat ikut meningkatkan manfaat pengembangan ternak kambing perah di lingkungan masyarakat sekitar," papar Iwan.
Selain bekal pengetahuan yang cukup dari kelompok masyarakat, program ternak kambing perah dinilai cukup potensial pasalnya pasar susu kambing relatif terbuka.
Sebagai contoh, di Kabupaten Sleman dan Kota Yogya terdapat banyak pelaku usaha kambing perah yang meraih kesuksesan dari usaha ini.
Produk susu kambing selain dikonsumsi dalam kondisi segar, juga dapat diolah menjadi susu bubuk, yogurt, sabun, dan ragam lainnya.
Baca Juga: Inovasi Teknologi Antarkan PLN EPI Raih Penghargaan Digitech Award 2024
Selain berkontribusi pada perekonomian masyarakat, program ini juga ditargetkan dapat mendukung upaya pencegahan stunting di Kelurahan Gombang dan Karang Asem.
Lurah Gombang Supriyanto menyampaikan terima kasihnya kepada PLN EPI karena Gapoktan diberikan pelatihan dan studi banding ke Gapoktan Ngudi Makmur yang sudah berhasil dalam melaksanakan budidaya kambing perah dan letaknya tak jauh dari Gombang.
Selain itu, juga diberikan pendampingan dan konsultasi sehingga apabila kendala akan mudah untuk diatasi. Sehingga warga semakin antusias untuk melaksanakan program ini.
Ke depan, PLN EPI akan mendorong terciptanya ekosistem ternak kambing perah dengan menciptakan koneksi antar pelaku usaha dimulai dari penyedia bibit ternak kambing, penyedia pakan hijau dan green konsentrat.
PLN EPI juga bakal mendorong Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang sudah ada untuk mendapatkan pelatihan sebagai wadah untuk program ternak kambing perah ini.
Badan usaha ini akan memiliki peran sebagai offtaker produk sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat desa melalui skema penjualan untuk pasar.***