Kabar BUMN - Tenun Batak Toba dari Desa Meat, Kabupaten Toba, kini melenggang hingga Jamaika.
Karya dari kelompok disabilitas Li-Uli Craft, yang berkolaborasi dengan Rumah BUMN Toba dan didukung oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dipamerkan di Jamaika, Amerika Tengah, pada 26-31 Mei 2024.
Senior Vice President TJSL/CSR INALUM, Daniel Hutauruk, menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah bukti komitmen perusahaan dalam mendukung perkembangan produk budaya lokal untuk manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
INALUM berupaya memperkenalkan produk dari Kawasan Danau Toba, mulai dari lokal hingga internasional, dengan melibatkan berbagai pihak dan pemangku kepentingan.
"INALUM terus berkomitmen untuk memperkenalkan wastra dari Toba hingga ke dunia internasional.
"Kami melakukan pendampingan dari awal kepada para penenun di Desa Meat, memberdayakan penyandang disabilitas yang tergabung dalam Yayasan Cahaya Bersama Rakyat di Rumah BUMN Inalum Toba.
Baca Juga: Progres Smelter Alumina Mempawah Sudah 80%, INALUM Optimis Bisa Dioperasikan Akhir Tahun 2024
"Serta mempromosikan Wastra Tenun Toba ke mancanegara melalui UMKM Mitra Binaan Li-Uli Craft," ujar Daniel, seperti dikutip KabarBUMN.com dari inalum.id, Senin (27/5/2024).
Produk yang akan dibawa ke Jamaika berupa kain ulos dari Desa Meat, yang dikenal sebagai sentra pembuatan Ulos jenis Ragi Hotang di kawasan Danau Toba.
Melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, INALUM meningkatkan kompetensi kelompok rentan atau penyandang disabilitas di Kabupaten Toba melalui workshop pembuatan fashion etnik khas Toba di Rumah BUMN Inalum Toba.
Baca Juga: INALUM Raih Penghargaan di Ajang Indonesia Living Legends Companies Award 2024
Ulos tersebut dibuat oleh para perajin wanita Desa Meat dengan metode tradisional, menggunakan pewarna alami yang ramah lingkungan.
Prosesnya meliputi pewarnaan benang, pengerasan benang dengan nasi, memutar benang, memasukkan benang ke ulos, mencampur benang warna, menenun, dan merapikan sisi kain.