Kabar BUMN - Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui Kilang Balongan melaksanakan program pemberdayaan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Balongan.
Program yang bekerja sama dengan Lapas Balongan ini sudah berjalan secara berkesinambungan selama 5 tahun.
Corporate Secretary KPI Hermansyah Y Nasroen menyampaikan, program yang dilaksanakan berupa pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan pertanian dan perikanan.
Baca Juga: Perkuat Bisnis Lumpur Pengeboran, Kilang Pertamina Internasional Unit Dumai Produksi SF 05
Program tersebut berawal dari kondisi lingkungan Lapas yang memiliki sampah yang belum diolah.
"Perusahaan menginisiasi untuk membuat program pengolahan agar lingkungan dapat bersih tetapi dapat menghasilkan manfaat ekonomi dan ilmu bagi para napi," terang Hermansyah dalam keterangannya, Selasa (28/5/2024).
Dalam program ini, bekerja sama dengan Lembaga Pengelola (Lapas) Kelas IIB Indramayu, KPI membentuk kelompok warga binaan laki-laki dengan nama Bimasakti, sementara untuk perempuan dibentuk kelompok Srikandi.
Warga binaan yang masuk kelompok tersebut harus yang memiliki sisa masa tahanan maksimal 3 tahun lagi. Ini agar program pemberdayaan benar-benar bermanfaat.
Saat ini terdapat sebanyak 25 orang penerima manfaat yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 10 orang perempuan.
Ada beberapa keahlian yang diajarkan dalam program tersebut, di antaranya pengelolaan sampah organik melalui maggot, kebun organik metode hidroponik, perikanan organik.
Baca Juga: 97 Jamaah Calon Haji dari Kilang Pertamina Cilacap Dilepas dengan Tasyakur dan Pembekalan
Kemudian pengolahan sampah anorganik menjadi souvenir serta pembuatan makanan dari bahan yang berasal dari kebun dan perikanan organik.
Hermansyah mengungkapkan, keberhasilan program ini juga tidak dapat dilepaskan dari dukungan Kepala Lapas Balongan yang membentuk sistem.