tjsl

Ngokang Dilarang, Kilang Pertamina Unit Dumai Membuka Jalan Nelayan Tanjung Palas Beralih Profesi

Kamis, 30 Mei 2024 | 11:00 WIB
Dalam Program Dumai Minapolitan, Pertamina mengajarkan pengelolaan laundry dan limbahnya yang ramah lingkungan. (DOK. KPI)

Pertamina menyediakan bak penampungan limbah. Limbah yang telah terkumpul kemudian diolah menjadi pupuk organik cair.

Baca Juga: Program CSR Kilang Pertamina Balikpapan Raih Penghargaan ISSF, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Pertamina Foundation juga sukses mengembangkan program pembuatan sabun organik melalui pelatihan “Pembuatan Sabun Organik dari Rumput Teki”.

Tidak hanya diproduksi sendiri untuk menekan biaya operasional namun hasil produk tersebut juga akan dipasarkan.

Hingga saat ini penerima manfaat langsung dari adanya kegiatan Green Laundry berjumlah sebanyak 16 orang.

Baca Juga: Kilang Pertamina Internasional Sabet 13 Penghargaan di Ajang CSR dan ESG Internasional

Terdapat pula inovasi program Superdry (Supply Backwash Water untuk Laundry) untuk penggunaan air cucian yang berasal dari air kilang yang telah bersih.

Kontribusi program Superdry terhadap offsetting dampak water footprint di kegiatan green laundry (keterkaitan LCA) sekitar 0,00298%.

Selain itu, Pertamina juga mendukung bisnis laundry ramah lingkungan ini dari sisi operasional. Yakni, adanya kerja sama antara beberapa Fungsi dari PT KPI Unit II Dumai untuk cuci wearpack.

Baca Juga: 5 Program Kilang Pertamina Internasional dalam Mengupayakan Kesetaraan Bagi Masyarakat 3T dan Meraih Penghargaan ISDA

Menurut Risman, di sini ada perubahan pasar usaha. Masyarakat memiliki pilihan langan pekerjaan yang lebih aman dan memiliki keahlian baru dan melek akan isu kesehatan.

"Program Dumai Metropolitan memberikan alternatif pilihan pekerjaan yang lebih baik dan efisien,” ujar Risman.

Selain green laundry, Program Dumai Minapolitan juga menggagas kegiatan lain diantaranya budi daya perikanan dan pelatihan montir mesin kapal bagi nelayan.***

Halaman:

Tags

Terkini