Kabar BUMN - Kelompok usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan Pertamina kembali membuat terobosan baru dengan mengolah sampah menjadi produk tenun.
Mina Tenun, di Desa Sukarara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu UMKM binaan PT Pertamina Patra Niaga.
UMKM ini sukses mendapat perhatian usai berhasil mengolah sampah plastik menjadi barang yang lebih bermanfaat.
Sampah plastik tersebut diolah untuk menjadi bahan baku membuat berbagai jenis produk tenun.
Kelompok tersebut berinisiatif memanfaatkan sampah plastik kresek dan plastik bekas kemasan tempe sebagai bahan baku karena ketersediaannya yang melimpah dan terbuang percuma.
Plastik-plastik tersebut kemudian dicampur dengan benang sehingga menjadi produk tenun dengan perbandingan 80 persen plastik dan 20 persen benang.
Ketua Kelompok Mina Tenun, Ani Apriani menyebut di daerahnya banyak sampah plastik kresek yang kondisinya belum rusak.
Baca Juga: Jangan Sering-sering, Simak 5 Efek Buruk Terlalu Banyak Minum Kopi Bagi Kesehatan
Hal ini membuat Mina Tenun tertarik untuk mencoba mengolahnya.
"Saya temukan banyak potensi di sini, kondisi sampah plastik kresek terbuang itu 80 persen kondisinya bersih."
"Tapi karena dibuang akhirnya bercampur dengan sampah yang lain akhirnya jadi kotor," tutur Ani Apriani.
Produksi produk tenun dari bahan sampah plastik ini sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2022 lalu.