Efek Berganda Penanaman 100.000 Pohon Multifungsi PLN EPI di Kabupaten Gunung Kidul

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 29 Juli 2024 | 09:30 WIB
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan di Gunungkidul. (DOK. PLN EPI)
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan di Gunungkidul. (DOK. PLN EPI)

Kabar BUMN - Dua kali bulan Februari sudah PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melaksanakan penanaman pohon multifungsi di Gunungkidul.

Diawali di Februari 2023, PLN EPI melalui program Desa Berdaya Energi mulai menanam 50.000 bibit tanaman multifungsi itu. Kali kedua, di Februari 2024, 50.000 bibit tanaman kembali ditanam.

Terdapat beberapa jenis tanaman yang ditanam di program yang merupakan kerja sama PLN EPI dengan Kesultanan Yogyakarta dan Pemprov DIY ini. Yakni, gamal, gmelina, kaliandra merah, serta indigofera.

Baca Juga: Hari Anak Nasional 2024, Srikandi PLN EPI Edukasi Kelistrikan di Sekolah Alternatif Anak Jalanan

Ke-100.000 bibit tanaman multifungsi itu disebar untuk ditumbuhkan di dua kelurahan di Gunungkidul yaitu Gombang dan Karangasem.

Bibit-bibit pohon ditanam di Tanah Kas Desa dan Sultan Ground seluas 30 hektare. Ada pula bibit yang ditanam di ladang atau pekarangan warga. Setiap KK mendapatkan sekitar 9-12 bibit pohon.

Selain menghijaukan lahan kritis di Gunungkidul dan pakan ternak, pepohonan multifungsi ini juga akan digunakan sebagai produk biomassaa.

Baca Juga: PLN EPI Dukung Peningkatan Kapasitas BUMDes di Gunungkidul Melalui Program CSR Berkelanjutan

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menerangkan, penanaman tanaman multi fungsi ini akan mendukung pasokan biomassa untuk co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN.

Dari setiap 50 ribu tanaman menghasilkan 300 ton biomassa. Itu sangat berguna dalam membantu mengurangi emisi.

PLN EPI, Mamit menjelaskan, berharap tahun depan sudah bisa dipanen dan masyarakat akan menebang batangnya.

Baca Juga: PLN EPI dan PLN Icon Plus Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Gunungkidul melalui Pelatihan Digital Marketing

Batang-batang pohon tersebut untuk kemudian dikumpulkan ke BUMDES. Lalu dijual ke PLTU Pacitan sebagai bahan pengganti batu bara.

Adapun daun tanaman multifungsi bisa digunakan sebagai pakan ternak warga sekitar sampai dengan pewarna batik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini