Bangkit dari Keterpurukan, Afriani Mantapkan Usaha Pemotongan Ayam Berkat Dukungan PT TIMAH Tbk

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 16 November 2025 | 09:00 WIB
Kisah Afriani bangkit dari bangkrut hingga sukses mengelola usaha ayam berkat ketepatan layanan dan dukungan pembinaan PT TIMAH Tbk. (Dok. PT Timah)
Kisah Afriani bangkit dari bangkrut hingga sukses mengelola usaha ayam berkat ketepatan layanan dan dukungan pembinaan PT TIMAH Tbk. (Dok. PT Timah)

Kabar BUMN - Suara mesin pencabut bulu bercampur dengan deru pembersih uap memenuhi ruang produksi CV Karimah Amanah Sejahtera di Pangkalpinang.

Dari bangunan semi permanen di Jalan Aik Akik, Tua Tunu, Afriani Siska terus memantau jalannya proses pemotongan ayam yang telah ia tekuni selama delapan tahun.

Perjalanan bisnisnya bukanlah sesuatu yang mulus, tetapi penuh naik turun sejak ia memutuskan meninggalkan usaha ternak dan beralih ke pengolahan ayam.

Baca Juga: Traveling by Train Kembali Dibuka, Saatnya Jelajah Parahyangan Gratis Bersama KAI

Afriani masih mengingat jelas masa sulit yang pernah ia lalui. Ia berkata, “Pada 2016 kami mengalami kemunduran besar, kami bangkrut."

"Lalu pada 2018, saya mulai membangun kembali dari nol. Alhamdulillah, sekarang usaha sudah stabil dan mulai berkembang.”

Dari kondisi itu, kini ia mampu menjual 300 hingga 2.000 ekor ayam per hari, bahkan bisa mencapai 3.000 ekor saat momen tertentu seperti Maulid Nabi, bulan Ruah, Ramadan, Idulfitri, hingga Tahun Baru.

Baca Juga: UMKM Naik Kelas! Pindad Hadirkan Program Inkubasi Bisnis Digital

Pertumbuhan usahanya tidak lepas dari komitmen menjaga kualitas dan layanan. Dari yang awalnya hanya memiliki tiga karyawan, kini Afriani mempekerjakan 14 orang. Menurutnya, ketepatan dan kecepatan adalah kunci.

Ia menegaskan, “Kita harus bekerja cepat dan tepat waktu. Pelanggan ingin ukuran ayam sesuai pesanan dan pengiriman yang datang sesuai jadwal. Ketika usaha berkembang, para karyawan juga merasakan peningkatan kesejahteraan.”

Namun, peningkatan permintaan sempat menjadi tantangan tersendiri. Terbatasnya kendaraan membuat pengiriman menjadi terhambat, sementara modal yang tersedia tidak cukup untuk membeli mobil operasional tambahan.

Baca Juga: Goa Petruk, Pesona Karst yang Hanya Terlihat oleh Mereka yang Berani Masuk

Dalam fase inilah Afriani mengenal program pinjaman UMKM yang disediakan PT TIMAH Tbk.

Ia bercerita, “Dengan layanan yang cepat, satu mobil operasional jelas tidak cukup. Alhamdulillah, berkat pinjaman modal dari PT TIMAH Tbk, kami bisa membeli kendaraan tambahan. Setelah itu, permintaan ayam juga ikut meningkat.”

Dengan tambahan armada, layanan pengiriman menjadi lebih lancar dan usaha semakin berkembang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini