Bantuan PT TIMAH Ringankan Biaya Pengobatan Anak, Nurhasanah Tak Kuasa Menahan Haru

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 09:30 WIB
Bantuan kesehatan dari PT TIMAH membantu meringankan biaya pengobatan Rizki Ajijah, remaja di Karimun yang mengalami patah kaki akibat kecelakaan. (Dok. PT Timah)
Bantuan kesehatan dari PT TIMAH membantu meringankan biaya pengobatan Rizki Ajijah, remaja di Karimun yang mengalami patah kaki akibat kecelakaan. (Dok. PT Timah)

Kabar BUMN – Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan melalui bantuan kesehatan yang diberikan kepada warga di wilayah operasional perusahaan.

Dukungan ini diberikan untuk membantu meringankan biaya pengobatan seorang remaja yang mengalami cedera akibat kecelakaan. Bantuan tersebut menjadi harapan bagi keluarga yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.

Remaja tersebut adalah Rizki Ajijah (15), warga Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Tips Mengatasi Rasa Takut Saat Pesawat Mengalami Turbulensi

Ia mengalami patah kaki setelah mengalami kecelakaan. Selama lebih dari satu bulan, siswi kelas IX SMP itu hanya bisa berbaring di rumah karena kondisinya belum memungkinkan untuk beraktivitas seperti biasa.

Nurhasanah, ibu dari Rizki Ajijah, menceritakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar dua bulan lalu.

Setelah peristiwa itu, putrinya sempat mendapatkan penanganan di rumah sakit di Tanjung Balai Karimun. Namun pihak rumah sakit menyarankan agar Rizki menjalani perawatan lanjutan di Batam.

Baca Juga: Buruan Daftar! Internship Project Management di Kimia Farma Resmi Dibuka untuk Mahasiswa Kesehatan

“Awalnya kami berobat di rumah sakit di Tanjung Balai, tetapi kami disarankan untuk pergi ke Batam. Karena keterbatasan biaya, kami belum bisa melanjutkan pengobatan ke sana,” kata Nurhasanah.

Keterbatasan dana membuat keluarga ini akhirnya mencoba pengobatan alternatif. Meski demikian, biaya yang harus dikeluarkan tetap tidak sedikit karena mereka harus membeli berbagai jenis obat.

Sebagai orang tua tunggal, Nurhasanah mengaku kebingungan untuk menanggung biaya pengobatan anaknya. Selama hampir dua bulan terakhir ia juga tidak bisa bekerja karena harus merawat Rizki di rumah.

Baca Juga: Face Recognition KAI Digunakan Jutaan Penumpang di Awal 2026, Kurangi Cetak Tiket

Di tengah situasi sulit tersebut, bantuan kesehatan yang diberikan menjadi angin segar bagi keluarga mereka. Nurhasanah mengaku sangat bersyukur karena bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban biaya pengobatan anaknya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan terharu dengan adanya bantuan biaya pengobatan ini. Selama ini kami bahkan harus meminjam uang untuk berobat karena setiap kali berobat biayanya cukup besar,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, kepedulian seperti ini sangat berarti, terlebih di tengah bulan Ramadan yang penuh berkah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini