Kisah Habibi Jalani Operasi Hirschsprung, Orang Tua Bersyukur Dapat Dukungan PT TIMAH

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 20:00 WIB
PT TIMAH membantu biaya pengobatan Habibi, bayi asal Karimun yang mengidap Hirschsprung dan harus rutin menjalani kontrol medis di Batam. (Dok. PT Timah)
PT TIMAH membantu biaya pengobatan Habibi, bayi asal Karimun yang mengidap Hirschsprung dan harus rutin menjalani kontrol medis di Batam. (Dok. PT Timah)

Kabar BUMN - PT TIMAH (Persero) Tbk memberikan bantuan biaya pengobatan untuk Habibi, bayi berusia empat bulan asal Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, yang tengah menjalani perawatan akibat penyakit Hirschsprung.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di wilayah operasionalnya. Dukungan ini juga diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi karena biaya pengobatan.

Ayah Habibi, Abdul Wahab, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima keluarganya. Ia menjelaskan bahwa anaknya didiagnosis mengidap penyakit Hirschsprung, yaitu gangguan pada usus besar yang memengaruhi proses pencernaan.

Baca Juga: Distribusi Barang Makin Efisien, KAI Logistik Siapkan Penguatan Kapasitas KA Ronggowarsito

Menurut Wahab, gejala mulai terlihat ketika Habibi belum genap berusia satu bulan. Perut sang bayi tampak membesar dan kembung. Kondisinya semakin mengkhawatirkan saat Habibi tidak bisa buang air besar selama hampir satu minggu dan terus mengalami muntah.

Karena kondisi tersebut, kedua orang tuanya segera membawa Habibi ke puskesmas terdekat. Namun, setelah tidak ada perubahan kondisi kesehatan, Habibi akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Karimun untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Awalnya buang air besarnya normal, tapi perutnya tetap kembung. Setelah menjalani perawatan di Karimun, kami kembali dirujuk ke rumah sakit di Batam,” kata Abdul Wahab.

Baca Juga: Kesempatan Kerja di Bengkulu, PT Mitra Utama Madani Butuh Office Boy

Saat berada di Batam, Habibi menjalani berbagai pemeriksaan medis mulai dari rontgen hingga biopsi. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter memastikan bahwa Habibi menderita penyakit Hirschsprung.

Tim medis kemudian memutuskan bahwa tindakan operasi perlu dilakukan sebagai bagian dari proses pengobatan. Operasi tersebut telah dilakukan sekitar tiga bulan lalu dan berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah, operasinya berhasil. Sekarang Habibi masih dalam proses pemulihan dan harus rutin kontrol ke Batam,” ujarnya.

Baca Juga: Kesempatan Kerja di Bengkulu, PT Mitra Utama Madani Butuh Office Boy

Sebagai pedagang keliling yang menjadi tulang punggung keluarga dengan empat anak, Abdul Wahab mengaku biaya pengobatan dan perjalanan rutin menjadi tantangan besar bagi keluarganya. Selain biaya medis, kebutuhan penginapan selama berada di Batam juga memerlukan biaya yang tidak sedikit.

“Kalau harus menginap di Batam beberapa hari, pengeluarannya cukup besar. Sementara penghasilan saya dari berdagang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini