tjsl

Ikhtiar Cegah Karhutla, Program CSR KPI Sungai Pakning Lebah Madu Hutan Gambut Sukses Hasilkan Efek Berganda

Jumat, 5 Juli 2024 | 12:00 WIB
Satu program CSR Pertamina budidaya lebah madu hutan gambut sekaligus menjadi Eduwisata Lebah Madu Hutan Gambut. (DOK. KPI)

Kabar BUMN - Kilang Sungai Pakning yang dioperasikan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Sungai Pakning berada di wilayah pesisir Provinsi Riau, berseberangan dengan Pulau Bengkalis.

Di wilayah Sungai Pakning ini acap terjadi kebakaran lahan dan hutan. Setelah dicari akar masalahnya, KPI Sungai Pakning mendapati terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) disebabkan masyarakat yang mencari madu hutan di daerah tersebut.

Masyarakat Bengkalis menggunakan asap untuk mengusir lebah sebelum menyedot madu yang memiliki banyak khasiat itu dari sarang lebah. Sayangnya, cara yang dilakukan tersebut kerap dituding sebagai penyebab karhutla.

Baca Juga: KPI Tingkatkan Kapasitas Energi Ramah Lingkungan melalui Green Refineries

Sebagai upaya tanggung jawab sosial, KPI Sungai Pakning mencari inisiatif dan berikhtiar mengatasi bencana yang terjadi di wilayah operasi perusahaan.

Solusinya, Pertamina memiliki satu program CSR yakni budidaya lebah madu hutan gambut yang sekaligus menjadi Eduwisata Lebah Madu Hutan Gambut.

Jr. Officer II Commrel & CSR KPI Sungai Pakning Rahmad Hidayat menjelaskan, program CSR di wilayah Sungai Pakning dengan membuat budidaya lebah madu hutan gambut ramah lingkungan sebagai alternatif bagi para petani yang mencari madu di hutan.

Baca Juga: Permata Hijau Pesisir: Upaya KPI Atasi Perubahan Iklim dan Mendukung Dekarbonisasi Indonesia

“Ini juga dapat menjadi cara mencegah adanya kebakaran yang disebabkan oleh kelalaian para pencari madu yang menggunakan api untuk mengusir lebah,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pencari madu liar, Rahmadi dan beberapa petani membentuk kelompok bernama Kelompok Madu Bien karena sebagian besar besar dari pencari lebah liar belum mengetahui ilmu budidaya.

Kelompok madu ini langsung mendapat dukungan KPI Sungai Pakning. Budidaya madu yang dikembangkan Kelompok Madu Bien berhasil mencapai dua pemberdayaan sekaligus, yaitu pemberdayaan kelompok masyarakat dan mencegah karhutla.

Baca Juga: Kilang Pertamina Unit Balikpapan Gelar Khitanan Massal, 103 Anak Balikpapan Ikut Serta

Kilang Sungai Pakning meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan budidaya lebah madu khas hutan gambut yaitu spesies apis cerana, apis dorsata, apis trigona, dan apis mellifera.

Kemudian, menciptakan perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan budaya pemanen madu yang ramah lingkungan sekaligus turut berpartisipasi dalam melestarikan hutan gambut.

Halaman:

Tags

Terkini