Kabar BUMN - Subholding PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggelar workshop pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi sabun dan pemanfaatan limbah kantong kresek menjadi Casing Handphone, (28/6/2024) lalu di Jakarta.
Di kegiatan ini PLN EPI berkolaborasi dengan “Kertabumi Recycling Center” yang telah sukses dalam mengembangkan konsep sustainable lifestyle melalui kegiatan daur ulang sampah.
Pelaksanaan kegiatan tersebut bagian dari komitmen PLN EPI mengedukasi masyarakat tentang budaya Keselamatan, Kesehatan, dan Keamanan (K3) di lingkungannya.
Budaya K3 dalam pemanfaatan daur ulang sampah ini, di antaranya dengan selalu menggunakan alat pelindung diri, sarung tangan, masker, dan kacamata.
Direktur PLN EPI Iwan Agung Firstantara mengingatkan, ”Hal yang perlu diingat bahwa soda api yang merupakan bahan campuran pembuat sabun merupakan bahan berbahaya. Ini perlu dijauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.”
Dalam workshop dipaparkan bahan dan proses pembuatan sabun, di antaranya tentang tiga metode pembuatannya, yaitu Metode Cold Press (CP), Metode Hot Process (HP), dan Metode Melt & Pour (MP).
Untuk kegunaan sabun, minyak jelantah ini dapat digunakan untuk membersihkan lantai ataupun membersihkan kamar mandi serta benda lain yang tidak bersentuhan dengan makanan.
Diketahui bahwa minyak jelantah merupakan limbah barang berbahaya dan beracun (B3) sehingga pembuangannya harus dengan cara yang benar dan tepat.
Jika tidak diproses dengan benar, maka minyak jelantah ini akan berdampak pada lingkungan, seperti pencemaran air, udara, dan tanah.
Baca Juga: Peringati Hari Donor Darah Sedunia 2024, PLN EPI Gelar Donor Darah Massal Diikuti 178 Pendonor
Setelah teknik pembuatan sabun dari limbah minyak jelantah, 63 peserta workshop yang terdiri dari warga sekitar kantor dan pegawai diajarkan membuat casing handphone dari limbah kantong kresek/plastik.
Limbah plastik memerlukan penindakan lebih karena sifatnya yang membutuhkan waktu lama serta susah untuk didaur ulang.