tjsl

Dukung Petani Gowa, Pupuk Kaltim Gagas Program Pertanian Berkelanjutan

Selasa, 6 Agustus 2024 | 12:00 WIB
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meluncurkan program PKT BERSERI di Gowa, Sulawesi Selatan, untuk mendukung pertanian berkelanjutan. (Dok. Pupuk Kaltim)

Kabar BUMN - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus berkomitmen mendukung pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Kali ini, perusahaan BUMN ini mengadakan program "Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI)" di Gowa, Sulawesi Selatan.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani Gowa dalam membuat kompos menggunakan produk unggulan Pupuk Kaltim, yaitu Biodex.

Baca Juga: Rekomendasi Investasi Minim Risiko yang Cocok untuk Pemula

Program ini melibatkan pelatihan bagi 75 petani binaan dari 6 Kelompok Tani (Poktan) di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong.

Mereke diberi pemahaman mengenai pembuatan kompos efektif menggunakan Biodex yang berfungsi sebagai biodekomposer lahan.

Pupuk Kaltim menekankan pentingnya penggunaan kompos karena mampu memberikan nutrisi yang cukup bagi tanaman, meningkatkan kualitas tanah, dan mencegah erosi.

Baca Juga: Lulusan SMA Bisa Daftar, PT Surveyor Indonesia Buka Ribuan Loker BUMN untuk Penempatan di Seluruh Indonesia

Indah Febrianty, VP Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kapasitas petani dan mendorong produktivitas pertanian.

Hal ini dilakukan dengan menjaga daya dukung lahan melalui praktik pertanian berkelanjutan.

Pupuk organik seperti kompos dianggap penting karena bisa diolah dari bahan baku alam yang tersedia, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan membantu menghemat biaya produksi.

Baca Juga: Kementerian BUMN Buka Sejumlah Lowongan Magang Bersertifikat Khusus Mahasiswa Aktif, Simak Kualifikasi Lengkapnya

"Maka dengan bekal pelatihan ini, para petani bisa mengimplementasikan pembuatan kompos menggunakan Biodex."

"Sehingga biaya produksi petani lebih diminimalisasi dan ketergantungan akan pupuk kimia juga bisa ditekan," ucap Indah, Sabtu (3/8/2024).

Halaman:

Tags

Terkini