Para petani yang mengikuti program ini juga diberikan pemahaman tentang pentingnya pemupukan berimbang dan cara menjaga kesehatan tanah untuk meningkatkan daya dukung lahan.
Selain itu, mereka diajarkan cara menggunakan aplikasi Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk memperbaiki tanah dan melakukan pemupukan yang tepat.
Program ini tidak hanya fokus pada edukasi, tetapi juga memberikan bantuan berupa 150 karung Biodex dan satu unit mesin pencacah kompos untuk memulai produksi mandiri.
Baca Juga: Tutorial Ikut Undi-Undi Hepi, Simak Panduan Lengkap Cara Tukarkan Poin di Aplikasi MyTelkomsel
Sugeng Suedi, VP TJSL Pupuk Kaltim, menambahkan bahwa petani juga dilatih untuk melakukan Analisis Usaha Tani (AUT) agar dapat menghitung potensi usaha pertanian yang dijalankan dan mengoptimalkan teknis perawatan lahan.
"Dengan kembali menggiatkan pemanfaatan kompos, penggunaan pupuk kimia secara berlebih bisa terus ditekan dan tata kelola lahan yang lebih ramah lingkungan bisa diterapkan para petani dalam memaksimalkan potensi komoditas pertanian," terang Sugeng.
Lurah Bulutana, Naba, menyambut positif inisiatif ini karena dapat membantu petani memahami pentingnya pemupukan berimbang dan penggunaan kompos untuk lahan mereka.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata Alam Terbaik di Papua Barat selain Raja Ampat!
"Kegiatan ini sangat membantu petani kami untuk memahami dengan baik pemupukan berimbang serta pentingnya kompos bagi lahan."
"Kami optimis jika upaya ini dilaksanakan secara berkelanjutan, petanian di Bulutana akan semakin berkembang," tutur Naba.
Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kanreapia, Syahria, juga mengungkapkan bahwa produk Pupuk Kaltim sangat dikenal oleh masyarakat dan selalu menjadi pilihan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Baca Juga: Pertamina Kokoh Berdiri di Peringkat 165 Fortune 500 Global
Program PKT BERSERI ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
"Kami harap edukasi dan bekal pengetahuan terkait pengomposan ini bisa terus dikembangkan dalam mendukung potensi pertanian pangan yang lebih maju dan berkelanjutan," ucap Syahria.
Dengan adanya program ini, Pupuk Kaltim menunjukkan komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi perusahaan.***