Selain menyasar kawasan terdekat perusahaan seperti Kelurahan Loktuan dan Guntung, program PEDALGAS juga diperluas ke seluruh wilayah Bontang yang memiliki angka stunting tinggi.
Salah satunya adalah Kelurahan Tanjung Laut Bontang Selatan, yang kali ini menjadi fokus dari dukungan intervensi gizi.
"Makanya program ini terus diperluas ke berbagai wilayah Bontang, agar penanganan stunting bisa lebih dimaksimalkan untuk terus ditekan sesuai dengan sasaran di tiap kawasan," lanjut Sugeng.
Baca Juga: Menjelajahi Keindahan Wonogiri, Rekomendasi Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi
Sugeng juga menambahkan bahwa program PEDALGAS akan terus dikembangkan untuk mencapai 17 indikator Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menghilangkan kelaparan dan malnutrisi pada tahun 2030, serta menurunkan angka stunting hingga 40 persen pada tahun 2025.
Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti pembekalan kader Posyandu, pelatihan dan pendampingan bagi ibu hamil dan menyusui, serta pemberian makanan tambahan bagi anak Baduta.
"Melalui sinergi bersama Pemkot Bontang, Pupuk Kaltim optimis angka stunting bisa terus kita tekan dengan serangkaian upaya secara konkret di lapangan," tandas Sugeng.
Baca Juga: Hari Terakhir Pendaftaran Business Support Internship Bank BTN, Cepat Lamar Melaui Link Berikut
Lurah Tanjung Laut, Susardi, mengapresiasi kontribusi Pupuk Kaltim dalam penanggulangan stunting di wilayahnya.
Menurutnya, stunting sebagai isu nasional memerlukan upaya kolaboratif untuk penanganan yang efektif.
Dukungan Pupuk Kaltim yang tidak hanya berfokus pada kawasan sekitar perusahaan, tetapi juga wilayah lain, merupakan langkah positif untuk menanggulangi stunting secara lebih luas.
Baca Juga: BNI Dukung Kemudahan Akses Perbankan Diaspora Lewat Kolaborasi dengan Kemlu
"Kami sangat berterima kasih telah didukung Pupuk Kaltim, karena stunting menjadi tantangan untuk secara bersama kita tanggulangi dan tekan melalui kolaborasi aktif yang terjalin," ucap Sardi.
Dengan dukungan ini, pihak Kelurahan memastikan program ini diimplementasikan secara maksimal kepada masyarakat.
Langkah-langkah pencegahan lainnya juga dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi anak dengan gizi buruk.