tjsl

Kerajinan Songket Binaan Bukit Asam (PTBA) Gunakan Pewarna Alami, Jadi Produk Ramah Lingkungan

Kamis, 12 September 2024 | 13:30 WIB
Kerajinan songket binaan Bukit Asam menggunakan pewarna alami. (ptba.co.id)

Kabar BUMN - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turut mendukung pengembangan songket melalui Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Songket.

SIBA Songket hasil karya para inu rumah fanggan ini menghasilkan kerajinan Songket Behembang Lingge khas Tanjung Enim.

Dalam proses produksi songket, mereka berinovasi mengganti benang pewarna sintesis dengan pewarna bahan alami.

Baca Juga: Tiga Ribuan Warga Rasakan Manfaat Pelayanan Kesehatan Gratis di Mobil Sehat PT Timah

Menjadikan produk tersebut ramah lingkungan.

Yenni Puspitasari, Ketua SIBA Songket, menuturkan bahwa benang pewarnaan yang digunakan berasal dari bahan-bahan alami seperti kunyit, daun jambu biji, secang, pinang, dan sebagainya.

Hal ini, lanjut dia, merupakan salah satu upaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Baca Juga: Syarat Tidak Banyak, Simak Lowongan Magang BUMN dari PT Rekayasa lndustri

Berkat penggunaan pewarnaan alami tersebut, nilai jual Songket Behembang Lingge jadi meningkat. Pendapatan para pengrajin pun bertambah.

"Kami mendapat berbagai bantuan dari Bukit Asam. Diantaranya bantuan alat produksi. Sejak menggunakan pewarnaan alami, pendapatan kami semakin meningkat," kata Yenni.

Tak hanya itu, SIBA Songket pun mengganti kemasan plastik dengan kemasan ramah lingkungan yang lebih menarik serta dapat digunakan berulang (re-use).

Baca Juga: Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Medan yang Wajib Dibawa Pulang

SIBA Songket memperluas penjualan produknya dengan melakukan kerja sama dengan PaDi UMKM (Pasar Digital).

PTBA juga melibatkan mereka dalam pameran baik di tingkat lokal maupun nasional, seperti Bazar UMKM untuk Indonesia di Jakarta, Pameran Bangga Buatan Indonesia di Palu, Dekranasda dan sebagainya.

Halaman:

Tags

Terkini