tjsl

Inovasi Sosial Menyeluruh PHE Jambi Merang di Desa Mendis yang Berada di Wilayah Ring I

Senin, 16 September 2024 | 12:30 WIB
Kelompok Ketan Adem binaan PHE Jambi Merang yang aktif membantu mitigasi Karhutla juga diberikan pelatihan dasar ternak kambing. (DOK. PHE)

Kabar BUMN - Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang tak berhenti melakukan inovasi sosial untuk bersama-sama masyarakat mengelola lingkungan dan menggulirkan roda ekonomi.

Utamanya dengan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah rumah tangga, kekeringan, dan juga potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi.

Di Desa Mendis, yang merupakan ring I wilayah kerja PHE Jambi Merang, program unggulannya Pemberdayaan Masyarakat Peri Mentari (Pertanian Terintegrasi Mendis Lestari). Ada 500 m2 lahan yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Mendis.

Baca Juga: Pertamina Goes To Campus UI: PHE Mendorong Generasi Muda Berinovasi Mengatasi Tantangan Energi Global

Masih di Desa Mendis, juga ada sebidang tanah yang dibangun sebagai pusat kegiatan Peri Mentari. Di area ini terdapat green house, kandang ternak kambing, pengolahan limbah rumah tangga, hingga rumah kompos.

Untuk pengolahan limbah rumah tangga, limbah itu diolah dengan Simbah Dorita (Sistem Pengolahan Limbah Domestik Media Pall Ring dan Tankos).

Simbah Dorita ini mampu mengoptimalkan pemanfaatan Tankos atau Tandan Kosong Sawit yang banyak ditemukan di wilayah Mendis, serta penggunaan Pall Ring tidak terpakai pada proses produksi PHE Jambi Merang.

Baca Juga: PHE Meriahkan Pertamina Goes To Campus di UGM, Ajak Mahasiswa Ciptakan Masa Depan Energi Indonesia

Kedua bahan ini digunakan sebagai pengganti Carbon Active dalam mengurai dan memfilter air limbah domestik dengan konsep Trickling Filter di area program Peri Mentari.

Senior Teknisi Laboratory PHE Jambi Merang Abdul Yusup menjelaskan, di Desa Mendis, air merupakan hal yang sangat berharga. Tak jarang di musim kemarau, sumur mengering hingga tanaman pertanian kurang air.

“Kami melihat sebenarnya solusinya bisa didapat dari pengolahan limbah domestik cair rumah tangga,” terang Perwira PHE Jambi Merang yang juga menjadi penanggung jawab penanggulangan pencemaran air.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Energi Nasional, PHE Jalankan 2 Jurus Jitu Pengembangan Eksplorasi

Kini, Desa Mendis tak perlu memakai air sumur untuk menyiram tanaman, cukup dengan air olahan limbah yang justru mengandung unsur yang dibutuhkan tanaman.

Simbah Dorita mampu mengolah 650.000 Liter air perbulan dengan konsep irigasi tetes, dengan begitu ibu-ibu kelompok wanita tani tidak lagi menyiram tanaman secara manual menggunakan tenaga manusia.

Di sisi lain, dalam mitigasi terjadinya Karhutla, PHE Jambi Merang dan Desa Mendis membentuk Ketan Adem (Kelompok Tanggap Api Desa Mendis) yang beranggotakan 30 orang.

Halaman:

Tags

Terkini