Kabar BUMN - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan produktivitas sektor perikanan.
Hal ini dilakukan Pupuk Kaltim dengan menyelenggarakan pelatihan bagi nelayan dan pelajar SMK di Kota Bontang.
Dengan mengkolaborasikan diri bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Maros Sulawesi Selatan, pelatihan ini berfokus pada teknik budidaya dan manajemen Keramba Jaring Apung (KJA) yang melibatkan 30 peserta.
Baca Juga: Peran Penting BUMN Selama Pandemi Covid-19 dan Setelah Era Covid-19
Meningkatkan Potensi PerairanSugeng Suedi, VP TJSL Pupuk Kaltim, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya untuk memanfaatkan potensi perairan yang ada, sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Hal ini menjadi sasaran pembinaan Pupuk Kaltim bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku budidaya perikanan melalui pengembangan peluang yang bernilai ekonomi," tuturnya saat membuka acara pelatihan di KJA Tanjung Limau pada 26 September 2024.
Baca Juga: Pertamina Ditunjuk Sebagai ASCOPE Secretary In Charge, Periode 2024-2029
Peserta pelatihan diajarkan berbagai aspek penting dalam budidaya keramba, mulai dari pengelolaan kualitas air, penentuan lokasi yang sesuai, hingga pengendalian hama dan penyakit ikan.
Selain itu, mereka juga dibekali dengan pengetahuan manajemen usaha yang mencakup perencanaan bisnis dan pengelolaan keuangan.
Metode KJA sebagai Solusi EfektifBaca Juga: Mandiri Financial Center Hadir di PIK 2, Wujud Komitmen Inovasi Bank Mandiri
Pupuk Kaltim melihat metode KJA sebagai solusi yang efektif untuk meningkatkan produksi perikanan.
KJA menawarkan keunggulan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ikan yang lebih sehat.
Sugeng menambahkan bahwa program KJA yang telah diterapkan sebelumnya di perairan Tanjung Limau mampu meningkatkan produktivitas lobster dan kerapu, yang memiliki pangsa pasar yang signifikan.
Baca Juga: Tips Menyewa Sepeda Motor di Daerah Wisata, Pastikan Kondisinya Layak Jalan dan Berdokumen Benar