tjsl

Program Ekoriparian Sungai Hitam Lestari dari PEP Sangasanga Field Sukses Melestarikan Lingkungan dan Berdayakan Masyarakat Samboja

Senin, 14 Oktober 2024 | 07:30 WIB
Dampak program Ekoriparian Sungai Hitam Lestari dari PEP Sangasanga Field, masyarakat bisa mengembangkan wisata susur sungai Hitam Lestari, Samboja, Kutai Kartanegara. (DOK. PEP Sangasanga Field)

Kabar BUMN - PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan Ekoriparian Sungai Hitam Lestari (SHL), di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Program ini difokuskan pada pengelolaan kawasan sempadan sungai yang dilengkapi dengan infrastruktur hijau untuk pengolahan air limbah.

Program yang sebelumnya disebut Ekowisata Sungai Hitam Lestari ini mengalami transformasi pada tahun 2024 dengan fokus yang lebih besar pada konsep ekoriparian.

Baca Juga: Inovasi PT Pertamina EP Sangasanga Field Tingkatkan Produksi Migas

Setelah transformasi, program SHL kini mencakup zona agroforestri, pembibitan, pengembangan, dan pengolahan air limbah yang dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Dari program Ekoriparian SHL, PEP Sangasanga Field berhasil merawat 120 hektare hutan mangrove, menyerap 265,48 ton CO2eq per tahun, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menurunkan kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) menjadi 3 mg/liter, Chemical Oxygen Demand (COD) menjadi 3,1 mg/liter, serta menghasilkan lumpur sebesar 4.734 kg per tahun.

Baca Juga: PHSS, PEP Sangatta dan Sangasanga Field Kembali Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Operator Migas Bagi Pemuda Lokal

Senior Field Manager PEP Sangasanga Field, Sigid Setiawan, menjelaskan program ini merupakan bagian dari inovasi sosial perusahaan yang bertujuan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Head of Communication Relations & CID Zona 9 Elis Fauziyah menambahkan, program ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan, tetapi juga meningkatkan kapabilitas masyarakat.

”Sebanyak 88 orang terlibat dalam berbagai kelompok seperti IPAL, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), UMKM SHL, dan UMKM Kuala Samboja, yang kesemuanya mengalami peningkatan kemampuan,” ujar Elis.

Baca Juga: Peringati HPSN, Pertamina EP Sangasanga Field Perkenalkan Cara Pengelolaan Sampah kepada Siswa SD

Ketua Pokdarwis Sungai Hitam Lestari, Aidil Amin menjelaskan, dari zona pengembangan, wisata susur sungai berhasil memberikan pendapatan kelompok hingga Rp87.000.000 per tahun.

UMKM SHL melalui penjualan produknya juga mampu meraih pendapatan Rp 17.500.000 per tahun.

Halaman:

Tags

Terkini