tjsl

Ajak Nasabah Mekaar Peduli Kesehatan, PNM Gandeng Unilever Lanjutkan Program Bu Karsa di Tujuh Kota Indonesia

Kamis, 17 Oktober 2024 | 21:00 WIB
Program Bu Karsa digelar PNM bersama Unilever. (pnm.co.id)

Kabar BUMN – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Unilever kembali menjalin kerja sama melalui program Bu Karsa (Ibu Sehat Keluarga Sejahtera) yang kini hadir di tujuh kota/kabupaten di Indonesia.

Program ini ditujukan untuk para nasabah PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), dengan fokus utama pada literasi kesehatan dalam empat topik penting.

Keempat topik tersebut meliputi pencegahan penyakit menular, kebersihan lingkungan dan keluarga, pengelolaan sampah, serta panduan nutrisi melalui Resep Inspiratif “Nutrimenu” berdasarkan pedoman Isi Piringku.

Baca Juga: Lulusan S1 Bisa Mendaftar, Simak Lowongan Kerja BUMN di PT MUM Bagian dari PNM Group, Deadline 18 Oktober 2024

Materi edukasi ini disampaikan oleh Account Officer saat nasabah mengikuti Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM).

Kerja sama ini secara resmi dimulai dengan peluncuran program yang berlangsung di RPTRA Tiga Durian, Kalibata, Jakarta.

Acara tersebut dihadiri oleh Khansa Haristy, Assistant Sustainable Business Unilever Indonesia, dan Cut Ria Dewanti, Kepala Divisi Jasa Manajemen dan TJSL PNM.

Baca Juga: PNM Tingkatkan Kualitas Pengrajin Batik Magelang Lewat Pelatihan Ecoprint

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa program Bu Karsa terus melampaui target sejak diluncurkan pada tahun 2021.

"Hingga kini, lebih dari 1.700 nasabah telah mendapatkan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta cara membuat menu bergizi yang terjangkau sesuai dengan pendapatan mereka," ujar Dodot.

Hasil survei terhadap 720 nasabah menunjukkan adanya perubahan perilaku yang signifikan.

Baca Juga: Lulusan S1 Merapat! Ada Loker Baru dari PT MUM untuk Penempatan di Menara PNM, Jakarta Selatan

Sebanyak 77,6% nasabah kini lebih sadar dan memahami PHBS, naik dari 66,3% sebelumnya.

Selain itu, terjadi peningkatan 15,9% dalam kebiasaan cuci tangan di empat waktu utama, dari 30,1% menjadi 46%.

Halaman:

Tags

Terkini