Kabar BUMN - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggelar Program TJSL Inovatif Pelatihan Batik Ecoprint di Desa Berdaya Energi Kalurahan Karangasem, Gunungkidul.
Program ini memadukan kain dengan upaya pelestarian lingkungan, menghasilkan karya kreatif ecoprint berbasis bahan alami.
Program pelatihan batik ecoprint tidak hanya menciptakan produk berkualitas tetapi juga meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Peringati Hari Kanker Sedunia, PLN EPI Ajak Perempuan Deteksi Dini Kanker
Hasil batik ecoprint yang diproduksi oleh kelompok lokal ini telah menarik perhatian pasar kreatif di Yogyakarta dan sekitarnya.
Selain itu, program ini mendorong pemberdayaan perempuan melalui pengembangan kelompok usaha yang berorientasi pada keberlanjutan.
Dengan dukungan PLN EPI, masyarakat kini memiliki akses pada pelatihan keterampilan, bahan baku berkualitas, dan strategi pemasaran yang efektif.
Baca Juga: PLN EPI Kembali Menanam 50.000 Ribu Pohon Multifungsi di Sultan Ground, Gunungkidul
Ketua Eronity Art, Siti Nurhayati yang juga Ketua PKK Kalurahan Karangasem menyebutkan bahwa program ini menjadi peluang besar bagi ibu-ibu kelompok usaha kreatif Eronity Art Gunung Kidul.
“Dengan pelatihan batik ecoprint, kita tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menghidupkan seni tradisional yang unik dan bernilai ekonomi tinggi,” ujar Siti Nurhayati.
Selama dua hari PLN EPI memberikan pelatihan ecoprint dengan menghadiran Bayu Aria Widhi Kristanto, Dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta sebagai mentor pelatihan.
Baca Juga: Melalui Program Green2Gether, PLN EPI Dukung Penghijauan dan Pendidikan di Menteng Dalam
Ia memberikan Pelatihan teknik batik, teknik pewarnaan alami, teknik memilih bahan, penggalian motif, hingga strategi desain produk dan pemasaran produk.
PLN EPI juga mengundang Hartini dari Dinas Perindustrian Kabupaten Gunungkidul untuk menjelaskan Kebijakan, Proses Izin Usaha dan proses pendaftaran ke HAKI.