Kabar BUMN - Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggelar berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat.
Program ini mencakup pembagian paket sembako bagi keluarga kurang mampu, bantuan pendidikan bagi anak-anak yatim piatu dan dari keluarga prasejahtera, serta penyaluran kursi roda bagi penyandang disabilitas.
Sebanyak 10 ribu paket sembako disalurkan ke wilayah ring 1 Unit Pertambangan Tanjung Enim, yang meliputi Kecamatan Lawang Kidul, Tanjung Agung, Muara Enim, Merapi Timur, dan Merapi Barat.
Baca Juga: Dukungan Bukit Asam Iringi Kesuksesan Beskabean Coffee, dari Usaha Kecil Jadi Kedai Kopi Terkenal
Bantuan ini juga menjangkau 15 pondok pesantren serta panti asuhan. Acara penyaluran dilakukan secara simbolis di Gedung Utama Bukit Asam, Muara Enim, pada Selasa (25/2/2025).
"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Bukit Asam yang Tanpa Henti memberikan berkontribusi dan Energinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga bantuan paket sembako dapat bermanfaat untuk masyarakat di bulan Ramadan ini, serta membawa keberkahan untuk kita semua," kata Dedy Saptaria Rosa, VP Sustainability PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Baca Juga: Jatuh Bangun Jani Rongsok, Binaan PT Bukit Asam yang Sukses Raup Cuan Ratusan Juta dari Barang Bekas
Kepala Desa Banjar Sari, Aldiansah, turut menyampaikan apresiasi atas bantuan sembako yang diberikan oleh PTBA.
"Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada pihak manajemen Bukit Asam yang telah menyalurkan bantuan sembako, baik dari beras, minyak dan susu yang tentunya sangat bermanfaat untuk menyongsong bulan Ramadan ini, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu," ucapnya.
Bantuan Pendidikan untuk 200 Siswa
Baca Juga: Manfaatkan Bekas Galian untuk Raup Cuan, Mitra Binaan Bukit Asam Sukses Jadi Pengusaha Ikan Kolam
Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, PTBA juga menyalurkan bantuan bagi siswa-siswi di wilayah ring 1 perusahaan.
Bantuan ini diberikan kepada anak yatim piatu dan anak dari keluarga prasejahtera yang tinggal di panti asuhan serta pondok pesantren, sebagai wujud dukungan PTBA terhadap akses pendidikan yang lebih baik.