tjsl

Green Economic Village, Upaya PLN EPI Praktikkan Ekonomi Hijau Warga

Rabu, 21 Mei 2025 | 13:30 WIB
PLN EPI memanfaatkan biomassa dengan teknologi cofiring, mendukung transisi energi hijau dan ekonomi lokal. (Dok. PLN EPI)

Kabar BUMN - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) memperkuat ekosistem biomassa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, guna mendukung program cofiring di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Sejak 2023, kolaborasi antara PLN EPI dan IPB telah mengembangkan lahan seluas 106 hektare di tiga kecamatan, yaitu Kawunganten, Jeruklegi, dan Kesugihan.

Baca Juga: PLN EPI Raih Penghargaan Indonesia Regulatory Compliance Awards 2025

Lahan tersebut ditanami sekitar 216.000 tanaman energi, terutama jenis Kaliandra dan Gamal, yang sebagian telah siap dipanen dan diolah menjadi biomassa.

"Kami bersama PLN EPI menyiapkan transisi energi dengan pendekatan berbasis agroforestri. Tanaman energi ini bukan hanya menggantikan batu bara, tapi juga memberi nilai tambah bagi pangan dan ekonomi masyarakat," ujar Dosen Silvikultur IPB, Andi Sukendro.

PLTU Adipala saat ini menggunakan campuran biomassa sebesar 3-5% untuk mengurangi penggunaan batu bara. Sebagian pasokan biomassa berasal dari limbah serbuk kayu industri sekitar.

Baca Juga: PLN EPI dan Warga Desa Bunton Kembangkan Ekowisata Mangrove Berbasis Komunitas

Namun, untuk memastikan keberlanjutan pasokan, PLN EPI mendorong penanaman tanaman energi oleh masyarakat secara mandiri.

"Pasokannya dikhawatirkan tidak sustain, karena itu kita create suplai biomassa dengan penanaman tanaman energi oleh masyarakat secara mandiri", terang Officer Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Khalda Az Zahra.

Pengembangan ekosistem biomassa ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan metode penanaman tumpang sari, petani dapat menghasilkan panen tanaman pangan.

Baca Juga: GHES 2025, PLN EPI Pamerkan Pemanfaatan dan Pengembangan Bisnis Hidrogen Hijau

Selain itu, daun tanaman energi seperti Gamal dan Kaliandra dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Setiap kali panen, tanaman energi mampu menghasilkan 6-10 kg biomassa yang akan ditampung oleh BUMDes setempat, memberikan sumber pendapatan berkelanjutan bagi petani.

Fasilitas produksi biomassa yang dikelola BUMDes juga menyerap tenaga kerja lokal. Salah satunya adalah BUMDes Semar Keleng di Desa Keleng, Kecamatan Kesugihan, yang memiliki fasilitas produksi biomassa kepingan kayu berkapasitas 4 ton per hari dan mempekerjakan 20 pekerja.

Halaman:

Tags

Terkini