Kabar BUMN - PT Timah menyulap lahan bekas tambang di Desa Badau, Belitung, menjadi kebun nanas produktif.
Langkah ini terwujud melalui kolaborasi dengan Kelompok Tani Air Jelutung.
Program ini merupakan bagian dari komitmen PT Timah dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.
Baca Juga: Stasiun Karawang Ramai, Penumpang Whoosh Tembus 3 Kali Lipat
Nanas badau, varietas lokal yang dibudidayakan secara tradisional, dipilih sebagai komoditas utama.
Meski kondisi tanah awalnya menjadi tantangan, produktivitas mulai meningkat setelah petani menemukan teknik pemupukan yang tepat.
Mereka menggunakan pupuk kotoran ayam.
Baca Juga: Tips Seru dan Praktis Berkunjung ke Monumen Pancasila Sakti di Jakarta Timur
Ketua kelompok tani, Suhari, menyebut ini sebagai pengalaman pertama menanam di lahan eks tambang bersama PT Timah.
"Awalnya pertumbuhan tanaman cukup lambat, meskipun sudah mencoba berbagai jenis pupuk. Namun setelah menggunakan kotoran ayam, pertumbuhannya mulai membaik," lanjutnya.
Meski hasil panen pertama belum maksimal karena kondisi tanah, Suhari menilai kualitas rasa nanas tetap terjaga.
Baca Juga: 5 Kuliner yang Wajib Dicicipi di Purwokerto
Dengan pendampingan berkelanjutan dari PT Timah, ia optimis lahan ini bisa menjadi sentra perkebunan nanas yang produktif dan bernilai ekonomis.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT Timah atas dukungan dan pendampingan yang diberikan.