"Ini menjadi pengalaman berharga bagi kelompok kami, dan ke depan kami yakin bisa menjadikan lahan eks tambang ini sebagai kebun nanas yang lebih baik,” tambahnya.
Baca Juga: Meriahkan Palembang, PLN Icon Plus Tegaskan Arah Digital dan Hijau lewat Color Run 2025
Ia juga berharap para anggota kelompok tani tetap semangat dan kompak dalam menghadapi tantangan.
“Kami tahu ini tidak mudah, tapi kami percaya bahwa tidak ada usaha yang mengkhianati hasil,” kata Suhari.
Sekretaris Desa Badau, Janiwati pun mengapresiasi langkah ini karena turut menggerakkan ekonomi warga.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Lahirnya Pancasila: Tonggak Dasar Negara Indonesia
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan dampak positif bagi perekonomian kelompok tani.
"Ini bukan hanya bantuan fisik, tapi juga ada pendampingan dan pembinaan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi seperti ini tidak berhenti di tanaman nanas saja, tapi juga dikembangkan untuk komoditas lainnya.
Baca Juga: PELNI Mantapkan Budaya Anti Korupsi Lewat Sosialisasi dan Bimbingan Teknis
Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana lahan pascatambang bisa kembali bermanfaat jika dikelola secara kolaboratif dan berkelanjutan.***