Sementara di Provinsi Kepulauan Riau, reklamasi laut dilakukan sejak 2017 hingga 2024, meliputi pemasangan pelindung abrasi sepanjang 2.360 meter, penanaman mangrove seluas 12,81 hektare, dan restocking 3.800 ekor rajungan.
Baca Juga: Jelajah Kota-kota di Jepang Lebih Mudah dengan Fasilitas Coin Locker yang Tersedia di Mana-mana
Seluruh program ini dijalankan bersama masyarakat lokal, nelayan, pemerintah daerah, dan organisasi sipil.
Selain menjaga ekosistem, PT Timah yang tergabung dalam holding MIND ID juga mendorong sektor wisata bawah laut, salah satunya melalui pembangunan taman terumbu karang di Pulau Putri, Kabupaten Bangka.
Para nelayan juga turut diberdayakan dalam program terumbu buatan—mulai dari pembuatan, pemasangan, hingga pemeliharaan—sehingga mereka mendapat wilayah tangkapan baru yang berdampak langsung pada hasil perikanan mereka.
"Operasi yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Perusahaan melaksanakan berbagai program untuk menjaga ekosistem laut dengan melibatkan kelompok masyarakat, termasuk para nelayan," ujar Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Timah, Anggi Siahaan.
Ia menambahkan bahwa menjaga laut tidak hanya soal konservasi, tapi juga memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
"Melalui program pemberdayaan, perusahaan bersama nelayan setempat menjaga ekosistem laut sekaligus mengembangkan usaha berbasis kelautan yang berkelanjutan seperti wisata bahari atau pengolahan hasil laut."
Baca Juga: Pesona Mandalika, Temukan 4 Keajaiban di Luar Lintasan Balapnya yang Mendunia
"Langkah-langkah ini diharapkan dapat membangun hubungan yang harmonis antara aktivitas industri dengan keberlanjutan lingkungan, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar," lanjut Anggi.
Optimalisasi potensi laut memang penting untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun semua itu harus berjalan beriringan dengan prinsip keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.
PT Timah membuktikan bahwa tambang lepas pantai bisa bersinergi dengan sektor lain untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, tanpa mengorbankan aspek sosial dan lingkungan. ***