Kabar BUMN - Dalam semangat hilirisasi yang dicanangkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID mengambil peran sebagai penggerak ekonomi yang tetap menjaga harmoni dengan lingkungan, khususnya ekosistem laut.
Sejalan dengan pengoptimalan pemanfaatan ruang laut sebagai bagian dari wilayah operasional industri pertambangan dan jalur logistik, MIND ID mengintegrasikan Anggota Grup tetap menjalankan program pemulihan ekologi untuk menjaga keberlanjutan ekosistem flora dan fauna laut.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyampaikan, “Kami percaya, memanfaatkan sumber daya mineral ini bukan berarti mengabaikan lingkungan, baik darat maupun wilayah laut. Justru, laut harus dijaga karena telah memberikan manfaat besar bagi Indonesia.”
Baca Juga: Targetkan Penurunan Emisi 21,4% pada 2030, MIND ID Jabarkan Sejumlah Langkah Konkret
Dalam acara Kolaborasi dan Sinergi Grup MIND ID bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rabu (2/7/2025), Maroef memastikan setiap operasional Grup MIND ID dirancang dengan perencanaan matang dan pengawasan berkala, guna mencegah degradasi lingkungan.
MIND ID juga proaktif berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP agar penciptaan nilai dalam pemanfaatan ruang laut serta upaya penjagaan ekologi laut dijalankan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Maroef menyampaikan salah satu bentuk nyata komitmen Grup MIND ID terhadap pelestarian laut adalah melalui program Fishing Ground, yang bertujuan meningkatkan populasi ikan di wilayah pesisir.
Baca Juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia, MIND ID Ajak Masyarakat Mendengarkan Bumi
Program ini diwujudkan dengan penurunan rumpon, yakni habitat buatan yang mendukung peningkatan biodiversitas laut.
Tahun 2024, sebanyak 133 rumpon telah diturunkan di Perairan Provinsi Bangka Belitung dan telah memberi dampak positif pada peningkatan keberagaman hayati dan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
Selain itu, Grup MIND ID juga melaksanakan program penanaman mangrove untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Sepanjang 2024, lebih dari 56.500 bibit mangrove telah ditanam di Provinsi Bangka Belitung dan Sumatera Utara.
Baca Juga: MIND ID Garda Depan Indonesia Memenangkan Kompetisi Ekosistem Industri EV Global
Hutan mangrove yang ditanam ini, tidak hanya menjadi benteng alami dari abrasi dan intrusi air laut, tetapi juga habitat penting bagi biota laut.
Adapun, Maroef menekankan bahwa dalam konteks pembangunan nasional, pemanfaatan ruang laut adalah keniscayaan. Namun, Grup MIND ID berupaya konsisten untuk memjadi penggerak contoh bahwa industrialisasi yang mampu tetap menjalankan program perbaikan ekologi yang berdampak.