tjsl

PT Timah Tenggelamkan 36 Atraktor Cumi di Perairan Buku Limau, Nelayan Kini Tak Perlu Melaut Jauh

Selasa, 8 Juli 2025 | 06:45 WIB
Pekan lalu, PT Timah menenggelamkan sebanyak 36 unit atraktor cumi di Perairan Buku Limau, Kabupaten Belitung Timur. (timah.com)

Kabar BUMN — Upaya menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan kembali dilakukan PT Timah.

Pekan lalu, perusahaan ini menenggelamkan 36 unit atraktor cumi di Perairan Buku Limau, Kabupaten Belitung Timur, bersama kelompok nelayan Pesisir Pulau Buku Limau.

Inisiatif ini bukan hanya bertujuan untuk melestarikan lingkungan laut, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

Baca Juga: Telkomsel Sabet Empat Penghargaan Bergengsi di TM Forum Innovation Awards 2025 Berkat Inovasi Berbasis AI

Dengan adanya atraktor cumi yang berfungsi sebagai rumah bagi cumi-cumi, nelayan diharapkan lebih mudah menangkap hasil laut tersebut tanpa harus melaut terlalu jauh.

Lebih dari sekadar pemasangan, PT Timah juga melibatkan langsung kelompok nelayan dalam proses pembuatan atraktor tersebut, memberikan nilai tambah berupa penghasilan tambahan bagi masyarakat.

Ketua Kelompok Nelayan Pesisir Pulau Buku Limau, Amirudin, menyambut gembira kegiatan ini.

Baca Juga: PT Timah Perbaiki Kontainer Sampah untuk Dukung Program Lingkungan di Bangka

Ia mengatakan bahwa selama ini nelayan harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan cumi, dan atraktor ini bisa menjadi solusi yang dinanti-nanti.

"Kami senang dengan adanya penenggelaman atraktor cumi ini, kalau nanti ini berhasil setelah dimonitoring kami tidak perlu lagi jauh-jauh untuk menangkap cumi.

"Selama ini kami harus melaut cukup jauh untuk bisa mendapatkan cumi," katanya.

Baca Juga: Bentuk Kepedulian Sosial, PT Timah Bantu Renovasi Atap Masjid Al Muhajirin di Sungailiat

Selain menghemat waktu dan tenaga, Amirudin menyoroti manfaat ekonomis yang langsung terasa: penghematan bahan bakar.

Ia menyebut, dengan atraktor cumi yang dipasang hanya berjarak sekitar satu mil dari daratan, kebutuhan akan BBM yang kian mahal dapat ditekan.

Halaman:

Tags

Terkini