“Dulu warga mencampur dan membuang sampah sembarangan. Sekarang, dengan adanya TPS 3R, mereka sudah mulai memilah sampah organik dan nonorganik di rumah, lalu menjualnya ke TPS yang juga berfungsi sebagai sistem tabungan. Sampah jadi uang, lingkungan tetap bersih,” jelas Alfisyah.
Baca Juga: Cetak Generasi Emas Indonesia, PNM Salurkan 2.800 Beasiswa Bagi Anak Nasabah Mekaar
Ia berharap program ini bisa berlanjut ke pelatihan lainnya yang melibatkan lebih banyak warga, terutama ibu-ibu rumah tangga, seperti pelatihan kerajinan dari bahan bekas.
“Kami berharap PT Timah terus mendukung dan mengembangkan program pemberdayaan untuk kami warga Parit Pekir, khususnya pelatihan kerajinan dari sampah seperti membuat kotak tisu atau bunga hias dari bahan bekas,” katanya.
Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, PT Timah tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah, tetapi juga membangun kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. ***