Kabar BUMN - PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkitan (UP) Tenayan sukses menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak hanya mengatasi masalah lingkungan tapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kesuksesan itu salah satunya dari program CSR unggulan PLN NP UP Tenayan, yakni Budidaya Cacing Tanah Muda Jaya Organik.
Di program ini, memanfaatkan limbah organik dari sekitar PLTU Tenayan seperti ampas tahu, limbah kelapa parut, dan limbah sawit, kelompok binaan bernama Muda Jaya Organik berhasil menjadikannya sebagai media budidaya cacing tanah.
Baca Juga: PLN Nusantara Power Resmi Mengambil Alih Penuh pengelolaan PLTMG Nias
Hasilnya bukan hanya berupa pupuk organik (vermicompost/kascing) dan cacing bernilai jual tinggi, tetapi juga terciptanya lapangan kerja dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat lokal.
Tak hanya membawa dampak pada aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan kesejahteraan, program ini juga mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,27.
Dengan melibatkan masyarakat secara aktif dan berkelanjutan sejak 2021, program ini berhasil membentuk 9 kelompok baru serta menggandeng UMKM lokal, seperti kolam pancing, dalam rantai pasoknya.
Baca Juga: ISRA 2025, Program-program TJSL PLN Nusantara Power Diganjar Enam Penghargaan
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyampaikan bahwa program ini mencerminkan esensi keberlanjutan yang menjadi nilai utama PLN NP.
“Kami percaya bahwa transisi energi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan hadir dan memberi dampak langsung pada masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Menurutnya, program ini menjadi contoh bagaimana energi dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan seiring melalui prinsip ekonomi sirkular.
Baca Juga: Renovasi Rampung, PLN Nusantara Power Serahkan Rumah Sehat untuk Istri Pensiunan
“Kami percaya, masa depan energi bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal keberpihakan pada lingkungan dan masyarakat," imbuhnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas dampak yang telah dihasilkan, pada pertengahan Juli lalu program ini mendapat pengakuan nasional berupa predikat Gold dalam ajang Circular Economy Sustainability Award (CESA) pada kategori Sumber Daya Input.