Baca Juga: Perum Jasa Tirta II Raih Dua Penghargaan BUMN Terbaik di Ajang Indonesia Economic Summit 2025
"Kami mengembangkan motif batik seperti balok timah, kantong semar, daun lada, daun paku, madu pelawan, dan lainnya," ungkapnya.
Ia menambahkan, kelompoknya menerapkan berbagai teknik pembuatan batik, baik tulis dengan canting, cap, maupun kombinasi keduanya. Saat ini, terdapat 10 anggota perempuan yang aktif memproduksi batik.
Menurutnya, produk yang dihasilkan tidak hanya berupa kain batik, tetapi juga pakaian, mukena, hingga aksesori dengan tetap mempertahankan unsur batik.
Baca Juga: Air Terjun Babak Pelangi di Lombok Tengah Punya Kolam Berbentuk Angka 8 yang Unik
"Menjadi mitra PT Timah telah membawa banyak manfaat, tidak hanya dari dukungan modal untuk mengembangkan berbagai produk, tetapi juga dengan penyediaan peralatan, peningkatan kapasitas produksi, serta promosi melalui pameran," kata Siti.
Ia menambahkan, PT Timah juga mendukung pemasaran batik mereka lewat TINS Gallery.
"Kami juga sering diajak mengikuti pameran baik di tingkat lokal maupun nasional untuk memperkenalkan produk kami. Pada momentum Hari Batik ini, kami berharap perajin batik dapat terus melestarikan dan mengembangkan tradisi ini," ujarnya.
Baca Juga: PLN Tegaskan Rekrutmen 2025 Gratis dan Transparan, Waspadai Penipuan!
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, menekankan bahwa dukungan bagi perajin batik tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga memberdayakan kaum perempuan.
Menurutnya, melalui keterampilan membatik, para perajin dapat berkontribusi pada pendapatan keluarga sekaligus menjaga identitas budaya daerah.
"Program dukungan untuk perajin batik ini merupakan bagian dari strategi perusahaan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Dukungan ini diharapkan memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga budaya sebagai bagian dari identitas bangsa," jelas Anggi. ***