tjsl

Akselerasi Transisi Energi, Pupuk Kaltim Latih Masyarakat Bontang Kuasai Konversi Motor Listrik

Sabtu, 1 November 2025 | 12:30 WIB
Pupuk Kaltim melatih guru SMK dan pelaku bengkel di Bontang untuk konversi motor listrik, dukung percepatan transisi energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca. (Dok. Pupuk Kaltim)

Kabar BUMN - Sebagai bentuk komitmen terhadap percepatan transisi energi dan keberlanjutan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melatih masyarakat untuk menguasai keterampilan konversi motor listrik.

Program ini difokuskan bagi guru SMK dan pelaku usaha mikro di bidang otomotif di Kota Bontang. Tujuannya adalah mempercepat agenda dekarbonisasi serta menekan emisi gas rumah kaca.

Pelatihan ini diikuti puluhan peserta yang mendapatkan materi teori dan praktik, mulai dari pemahaman dasar motor listrik, sistem baterai dan kelistrikan, hingga praktik konversi motor berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik dengan peralatan berstandar industri.

Baca Juga: Cahaya Baru untuk Negeri: PLN Wujudkan Listrik Gratis bagi Warga Prasejahtera di Padang

Pgs VP TJSL Pupuk Kaltim, Lendl Wibisana, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) yang terus dijalankan perusahaan.

Ia menyebut, penggunaan energi fosil yang masih masif menjadi tantangan besar di tengah upaya pemerintah untuk memperkuat semangat keberlanjutan.

Menurutnya, peningkatan polusi dan emisi gas rumah kaca kini berdampak nyata pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga: DAHANA Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sukabumi

Karena itu, konversi kendaraan berbahan bakar fosil menjadi listrik merupakan solusi strategis dalam meningkatkan efisiensi energi.

“Maka dari itu infrastruktur pendukung ekosistem kendaraan listrik perlu diperkuat, termasuk pemahaman masyarakat dan SDM yang harus disiapkan sejak dini untuk menghadapi perubahan besar tersebut,” ujar Lendl.

Ia menambahkan, Pupuk Kaltim berperan aktif memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis, baik bagi guru SMK agar dapat menularkan ke siswa, maupun bagi pelaku usaha bengkel untuk diterapkan secara langsung.

Baca Juga: Pelita Air Tantang Penumpang Bikin Konten Kreatif, Hadiahnya Jalan-Jalan ke Luar Negeri!

Dunia pendidikan dan sektor wirausaha dinilai menjadi kunci penting dalam membangun kompetensi baru di bidang otomotif listrik.

“Adanya sinergi dunia pendidikan, dunia usaha dan industri, diharap makin mempercepat lahirnya ekosistem kendaraan listrik yang kokoh dalam mendukung visi Indonesia menuju net zero emission tahun 2060,” lanjutnya.

Halaman:

Tags

Terkini