Baca Juga: Bukan Lagi Rahasia! Pantai Gebyuran Kini Punya Banyak Ayunan dan Jalan Mulus ke Lokasi
Bantuan Pengobatan untuk Warga Kurang Mampu
Selain menghadirkan layanan keliling, PT TIMAH Tbk juga memberikan bantuan pengobatan bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan perawatan lanjutan. Ratusan orang telah merasakan manfaat dari program ini.
Salah satunya adalah Zahra (13), warga Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun. Ibunya, Sartini, mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut.
Baca Juga: Dorong Standardisasi Pasokan dan Ekonomi Desa, PLN EPI Luncurkan Marketplace Biomassa untuk Cofiring
“Sebagai orang tua, kami sempat bingung karena anak kami sudah sakit tiga bulan dan belum sembuh."
"Dengan bantuan PT TIMAH, kami bisa berobat ke Jakarta untuk bertemu dengan dokter spesialis hematologi dan infeksi. Terima kasih PT TIMAH Tbk atas dukungannya,” ujarnya.
Edukasi dan Pencegahan Stunting Lewat Program Kemunting
Baca Juga: Ini Jajanan Kali Lima Khas Musim Gugur di Jepang
Untuk membantu mengurangi angka stunting di sekitar wilayah tambang, PT TIMAH Tbk juga menjalankan Program Kemunting.
Program ini difokuskan pada edukasi bagi ibu hamil, ibu menyusui, pelajar, dan kader kesehatan mengenai pentingnya pencegahan stunting. Selain itu, perusahaan juga menyediakan makanan tambahan bergizi bagi anak-anak dengan status gizi kurang.
Program ini dilaksanakan bersama Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bangka Belitung.
Baca Juga: Dari UMK Academy ke Pertapreneur Aggregator, 100 UMKM Siap Jadi Agregator Mandiri
Wakil Ketua AIMI Bangka Belitung, Mi La, menjelaskan bahwa mereka bersama PT TIMAH Tbk telah menjalankan berbagai kegiatan edukatif, seperti kelas gizi sehat, pelatihan MPASI, dan pembinaan bagi kader pendamping ASI.
“Bersama PT TIMAH Tbk, kami menetapkan target yang jelas di wilayah operasional perusahaan agar program ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami juga melakukan pemantauan rutin supaya tujuan mendukung pemerintah dalam menurunkan angka stunting bisa tercapai,” ujarnya.
Mi La berharap program ini dapat menjangkau lebih luas. Ia menambahkan, “Dengan mendorong pemberian ASI sejak lahir, kita bisa mencegah kekurangan gizi yang menyebabkan stunting. Melalui pengolahan bahan pangan lokal menjadi MPASI, para ibu diajak untuk memperhatikan kualitas dan kuantitas gizi keluarga, khususnya anak-anak.”
Baca Juga: Soto di Tengah Sungai, Kuliner Unik yang Sempat Heboh di Medsos!