Kabar BUMN - Upaya memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat terus dilakukan PT Bukit Asam (PTBA).
Di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, perusahaan menyerahkan 3.500 batang bibit cabai kepada Kelompok Tani Jaya di Kecamatan Barangin sebagai bentuk dukungan terhadap geliat sektor pertanian lokal.
General Manager PTBA Unit Pertambangan Ombilin, Yulfaizon, menjelaskan bahwa bantuan bibit tersebut merupakan bagian dari sinergi perusahaan bersama pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor hortikultura di kawasan pascatambang.
Baca Juga: Dahana Raih Penghargaan K3 pada Peringatan HKN ke-61 Kabupaten Subang
"Ini tidak hanya menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi juga komitmen PTBA untuk terus memberi arti bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," ujarnya.
Selain memberikan bibit, PTBA juga berkonsentrasi pada penguatan kapasitas petani melalui pendampingan teknis yang melibatkan penyuluh pertanian guna memastikan budidaya cabai berjalan efisien, produktif, serta fokus pada hasil.
Ketua Kelompok Tani Jaya, Bambang Eryadi, menyampaikan bahwa bantuan ini sangat membantu petani dalam menekan biaya modal produksi, terutama di tengah fluktuasi harga dan dampak kemarau panjang yang melanda dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Tempat Makan Legendaris di Makassar yang Hidangkan Menu Khas dan Tradisional Kota Tersebut
"Bantuan ini datang di saat yang tepat. Selain bibit, kami juga mendapat pendampingan dari penyuluh pertanian yang membantu memahami cara pemupukan, pengendalian hama, dan perawatan tanaman cabai," katanya.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Sawahlunto, Henni Purwaningsih, menyebutkan bahwa pengembangan cabai menjadi bagian dari strategi diversifikasi pertanian daerah.
Hal ini untuk mengoptimalkan lahan tadah hujan dan wilayah berbukit yang kurang ideal untuk tanaman padi.
"Cabai menjadi pilihan strategis karena memiliki nilai ekonomi tinggi.
"Dukungan dari PTBA memperkuat upaya kita menjaga produktivitas pangan lokal," kata Henni.