“Sepulang sekolah, saya bisa fokus memantau usaha. Bagi saya, usaha ini seperti keseimbangan antara dunia mengajar dan dunia wirausaha,” tuturnya.
Baca Juga: 4 Kawasan Kuliner Kali Lima yang Bisa Dijelajahi di Ho Chi Mihn City, Vietnam
Dalam menjaga kualitas, ia menggunakan kulit sapi asli tanpa campuran. Prosesnya dilakukan secara alami mulai dari pencucian, pembersihan, perebusan untuk meluruhkan bulu, pemotongan, penjemuran, hingga penggorengan dengan teknik dua tungku agar kerupuk mengembang sempurna.
“Hasilnya adalah kerupuk yang kopong, renyah, dengan rasa gurih alami dari garam dan bumbu. Ada aroma khas kulit sapi, tetapi tidak amis,” jelasnya.
Sebagai Mitra Binaan PT TIMAH Tbk, ia berkesempatan mengenalkan produknya melalui berbagai pameran UMKM.
Baca Juga: Tiket PELNI Diskon 20% Sepanjang Libur Nataru 2025/2026, Simak Promonya
Kesempatan ini membuat kerupuk WanMiQ semakin dikenal dan kini tersedia di pasar, toko oleh-oleh, hingga toko buah.
“PT TIMAH Tbk menjadi jembatan promosi bagi saya. Setelah ikut beberapa pameran UMKM, produk saya semakin dikenal luas,” ujarnya.
Selain permodalan dan pameran, Novika juga mendapat pelatihan terkait pengemasan dan pemasaran produk. Baginya, dukungan ini sangat berarti dalam memperluas jangkauan usahanya.
Baca Juga: 4 Air Terjun Terindah di Jawa Timur, Wajib Dikunjungi Setidaknya Sekali Seumur Hidup
“Terima kasih kepada PT TIMAH Tbk yang selalu mendukung UMKM. Saya berharap dukungan ini terus berkembang, karena saya ingin usaha ini semakin besar dan nantinya membuka cabang,” ucapnya.
Ke depan, ia berencana menambah varian rasa, saat ini baru tersedia original dan pedas, serta membuka cabang di Pulau Belitung. ***